Dituding Jual Roti Kadaluarsa, Pemilik Mini Market Angkat Bicara

Mini Market milik JS nampak sepi pembeli, akibat pemberitaan mengalami penurunan omzet. [foto:ist]
Mini Market milik JS nampak sepi pembeli, akibat pemberitaan mengalami penurunan omzet. [foto:ist]

NUSANTARA1.ID – Pemilik Ceria Mini Market, Jais Salele, akhirnya angkat bicara soal pemberitaan sebelumnya yang menyebut dugaan penjualan roti kadaluarsa di mini market miliknya, yang dikaitkan dengan sejumlah anak mengalami sakit perut usai mengkonsumsinya.

Kepada awak media, Senin (28/4), Jais menyampaikan bahwa meski pengelolaan minimarket dijalankan oleh manajemen tersendiri, dirinya langsung turun menelusuri asal usul roti yang dimaksud.

Ia mengaku, roti yang diduga kadaluarsa tersebut merupakan barang titipan dari pihak lain.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Jais mencari tahu waktu pasti roti tersebut masuk ke tokonya untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

“Setelah ditelusuri, roti tersebut masuk pada Sabtu 12 April 2025, sesuai dengan data barang masuk,” ujar Jais.

Sehari setelah barang masuk, tepatnya Minggu 13 April 2025 anak itu katanya datang membeli roti tersebut dan baru dimakan pada tanggal 15 April 2025, dua hari setelah dibeli.

“Saya juga bingung, roti tersebut baru masuk dan memang masih layak jual. Pihak manajemen secara rutin mengontrol batasan tanggal kadaluarsa produk yang dijual dan foto bukti dikirim nanti tanggal 16 April,” kata Jais.

Ia menegaskan bahwa setiap produk makanan, terutama yang mudah rusak, selalu diperiksa bukan hanya dari tanggal kadaluarsanya tetapi juga dari kondisi fisiknya.

“Walaupun belum kadaluarsa, namun ketika produk makanan berubah bentuk atau tampilannya terlihat sudah mulai berjamur, itu langsung diangkat dari pajangan,” ujarnya.

Jais menyatakan bahwa pihaknya sangat dirugikan atas pemberitaan tersebut karena berpengaruh terhadap nama baik dan omzet penjualan.

Disisi lain, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apakah benar roti tersebut dibeli dari mini market miliknya yang dikabarkan hingga menyebabkan konsumen sakit perut.

“Kan itu juga harus dibuktikan dengan nota pembelian dan juga catatan medis. Karena bisa saja sakit perut karena penyebab lainnya. Terus tidak ada juga nota pembelian barang yang dimaksud,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memperketat sistem pengawasan ke depan.

Belajar dari kejadian ini, pihaknya kata Jais, akan lebih maksimal menjalankan sistem pengawasan dan berhati-hati, walaupun memang selama ini telah berjalan dengan baik.

“Yang pasti kedepannya kami akan lebih berhati-hati lagi,” tutupnya. (**)

Pos terkait