DPRD Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Warga Lokal Terkait Pengoperasian SPPG

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira di SPPG Biyonga. [foto:dok/humas]
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira di SPPG Biyonga. [foto:dok/humas]

NUSANTARA1.ID – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, medorong kolaborasi dan pemberdayaan warga lokal dalam pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Ini ditegaskan saat meresmikan SPPG di Kelurahan Biyonga, Kecamatan Limboto, Sabtu 14 Februari 2026. Dalam sambutannya, Zulfikar Usira menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung sekaligus mengawasi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

Zulfikar Usira menjelaskan, dampak utama program MBG akan dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar dapur MBG. Karena itu, kolaborasi antara Yayasan Kumala Fadha Group dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dinilai sebagai langkah positif dalam memperluas manfaat program.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan laporan koordinator wilayah MBG Provinsi Gorontalo, saat ini sudah ada sekitar 70 hingga 75 dapur MBG yang tersebar di kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo. Ini capaian yang luar biasa,” ujar Zulfikar Usira.

Menurutnya, program MBG juga menjadi bukti komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap program pemerintah, khususnya di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Ia mengungkapkan, dalam pertemuan bersama Presiden dan unsur Forkopimda se-Republik Indonesia, disampaikan bahwa program MBG telah menyerap hampir satu juta tenaga kerja selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden .

“Ini program besar yang harus kita kawal bersama. DPRD memiliki fungsi pengawasan agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” tegasnya.

Zulfikar Usira juga mengingatkan pengelola SPPG dan dapur MBG agar memperhatikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan. Ia menyinggung adanya kejadian di beberapa daerah lain terkait makanan yang berdampak pada kesehatan penerima manfaat.

“Kami berharap hal-hal yang mengganggu kesehatan anak-anak tidak terjadi di sini. Asupan gizi yang diberikan harus benar-benar diperhatikan, karena ini menyangkut masa depan generasi kita,” katanya.

Ia turut mengapresiasi Yayasan Kumala Fadha Group yang mempekerjakan sekitar 80 persen tenaga kerja dari masyarakat sekitar dapur MBG. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan tujuan program yang tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.

Selain itu, Zulfikar Usira menilai program MBG memiliki keterkaitan erat dengan program ketahanan pangan. Ia mencontohkan adanya gudang jagung di Desa Tilihuwa yang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

“Mari kita dukung bersama program pemerintah ini demi kemaslahatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, agar mendapatkan manfaat maksimal dari program Makanan Bergizi Gratis,” kuncinya. (*)

Pos terkait