Peredaran Narkotika di Gorontalo Banyak Disuplai dari Sulawesi Tengah

Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo [foto:fikar/nusantara1]
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo [foto:fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Peredaran kasus narkoba di Gorontalo masih cukup eksis, tercatat ada 129 kasus berkutat di tangan kepolisian hingga akhir tahun 2025. 

Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo mengungkapkan sebagian besar kasus narkoba di Gorontalo masih berada pada skala kecil.

Hal itu disampaikan Widodo dalam konferensi pers akhir tahun di Aula Titinepo Polda Gorontalo, Selasa, 30 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Widodo menjelaskan, hasil analisis dan evaluasi menunjukkan jalur masuk narkotika, seperti sabu, banyak berasal dari wilayah Sulawesi Tengah.

“Arah masuk paket-paket narkoba ini dominan dari Sulawesi Tengah, ini hasil dari pendalaman tim Ditresnarkoba,” ujar Widodo.

Ia menyebut, pola peredaran tersebut membuat jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo kerap melakukan pengembangan kasus hingga ke luar daerah.

Sejumlah pengungkapan kasus bahkan memaksa tim Ditresnarkoba turun langsung ke Sulawesi Tengah untuk melakukan penyelidikan lanjutan.

Menurut Widodo, langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba sejak dari sumber masuk ke wilayah Gorontalo.

“Jadi tetap saya dukung ke Satresnarkoba kalau memang ada kerja-kerja ke arah sana,” kuncinya. (*)

Pos terkait