Akses Menuju Jalan HB Jassin Dinilai Belum Siap Hadapi Uji Coba Satu Arah

Kondisi Jalan Bali yang menjadi salah satu jalan alternatif penghubung Jln. Andalas dengan Jln. HB. Jasin Kota Gorontalo. Senin, 27 Oktober 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Kondisi Jalan Bali yang menjadi salah satu jalan alternatif penghubung Jln. Andalas dengan Jln. HB. Jasin Kota Gorontalo. Senin, 27 Oktober 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Sejumlah warga menilai jalur alternatif menuju Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, belum siap menghadapi penerapan Sistem Satu Arah (SSA) yang mulai diuji coba pada 27–28 Oktober 2025.

Pantauan Nusantara1.id di lapangan menunjukkan beberapa ruas seperti Jalan Bali dan Jalan Selayar yang menjadi penghubung ke Jalan Andalas dan HB Jassin masih mengalami kerusakan dan sempit.

Wahyu, salah seorang pengendara mengatakan kondisi ini dikhawatirkan upaya peleraian macet di jalan utama justru dapat menyebabkan penumpukan pengendara di jalan alternatif.

Bacaan Lainnya

”Saya rasa belum siap satu arah ini karena jalan alternatif masih sempit dan jalannya masih rusak juga,” ungkapnya, Senin 27 Oktober 2025.

Tampak juga sejumlah pengendara yang melintas di Jln. Selayar harus berupaya menghindari lubang di badan jalan.

Lubang-lubang di sekitar jaln tersebut tersebar dengan diameter sekitar 1-3 meter setiap lubang dan beberapa diantaranya dengan kondisi lubang yang cukup dalam.

Kondisi Jalan Bali yang menjadi salah satu jalan alternatif penghubung Jln. Andalas dengan Jln. HB. Jasin Kota Gorontalo. Senin, 27 Oktober 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Kondisi Jalan Bali yang menjadi salah satu jalan alternatif penghubung Jln. Andalas dengan Jln. HB. Jasin Kota Gorontalo. Senin, 27 Oktober 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Sementara dari informasi resmi Pemerintah Kota Gorontalo, SSA di HB Jassin diterapkan untuk menata lalu lintas dan mengurangi kemacetan.

Dengan begitu, kata Wahyu, sebelum penerapan permanen dilakukan, perlu adanya perhatian terhadap kondisi fisik jalan alternatif untuk lebih layak dilalui.

“Harus siap dulu, baru one way,” tegasnya.

Pos terkait