Puncak Lestari Menawarkan Keindahan Kabut dan Perbukitan Hijau

Puncak Lestari, Desa Tapaluluo Kecamatan Telaga Biru. [foto:juna/nusantara1]
Puncak Lestari, Desa Tapaluluo Kecamatan Telaga Biru. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Puncak Lestari yang berada di Desa Tapaluluo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menawarkan pengalaman berbeda bagi para penikmat alam. 

Untuk sampai ke titik puncak, para pendaki harus lebih dulu menaklukkan jalur terjal dengan tanjakan curam dan medan yang licin.

Selepas area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang dipagari rimbunnya pepohonan. Waktu tempuh menuju puncak sekitar 45 menit, dengan irama nafas yang berpacu bersama suara langkah kaki di atas bebatuan basah.

Bacaan Lainnya

Lelah mendaki terbayar lunas begitu tiba di puncak. Kabut tipis sering kali menjadi penyambut pertama, sementara langit perlahan memancarkan birunya. Dari ketinggian ini, hamparan bukit hijau tampak tak berujung.

Puncak Lestari, Desa Tapaluluo Kecamatan Telaga Biru. [foto:juna/nusantara1]
Puncak Lestari, Desa Tapaluluo Kecamatan Telaga Biru. [foto:juna/nusantara1]
“Ketika kami naik, hanya kabut yang terlihat. Tapi justru itu yang membuat suasananya berbeda, seperti berada di negeri awan,” tutur Ilyas, salah seorang pengunjung, saat ditemui pada Sabtu 20 September 2025.

Pesona puncak semakin lengkap dengan deretan tenda yang berdiri di tepi bukit. Di sana, pendaki biasanya berbincang hangat sambil menyeruput kopi, menikmati kebersamaan dalam balutan udara dingin pegunungan.

Namun, keindahan Puncak Lestari juga harus dijaga. Lokasi ini termasuk dalam kawasan konservasi sehingga kebersihan menjadi hal utama. Pengunjung diimbau tidak meninggalkan sampah dan membawa kembali seluruh barang bawaan.

“Kalau tempat ini rusak, orang tidak akan punya alasan lagi untuk datang. Itu yang selalu kami sampaikan kepada pendaki,” ujar Muslim, warga setempat yang sering menjadi pemandu, saat ditemui pada hari yang sama.

Puncak Lestari bukan hanya tempat berwisata, melainkan juga ruang belajar tentang arti menjaga kelestarian alam agar tetap bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. (*)

Pos terkait