Gunung Palakala, Puncak Indah yang Tersembunyi di Gorontalo

Dua orang pendaki, saat beristirahat dan ditemani pemandangan alam di sekitar jalur pendakian puncak Gunung Palakala, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu, 31 Agustus 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Dua orang pendaki, saat beristirahat dan ditemani pemandangan alam di sekitar jalur pendakian puncak Gunung Palakala, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu, 31 Agustus 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Indahnya tantangan perjalanan dan pemandangan memang selalu menjadi salah satu tujuan dalam sebuah pendakian. Di Gorontalo, Gunung Pakakala menjadi salah satu gunung yang menawarkan dua impian para pendaki itu.

Memang, secara ketinggian puncak, palakala dengan tinggi 1.075 meter di atas permukaan laut (MDPL) masih dapat ditandingi oleh gunung dan puncak lain yang ada di Gorontalo, atau di provinsi lainnya.

Bagi sebagian pendaki, mungkin angka ketinggian puncak dapat memengaruhi keputusan gunung mana yang akan dituju.

Bacaan Lainnya

Tetapi, bagi para pemula, atau pendaki yang hanya sekadar ingin melepas penat dari hiruk pikuknya perkotaan, palakala bisa menjadi opsi yang tepat.

Dengan berbagai keindahan yang ditawarkan, palakala hanya berjarak sekitar 1 jam 20 menit dari Kota Gorontalo untuk tiba di kaki gunungnya di Desa, Tapaluluo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Sementara, untuk menuju ke puncak, waktu yang dibutuhkan sekitar 1-2 jam perjalanan, tergantung situasi dan kondisi saat pendakian.

Dua orang pendaki saat melakukan pendakian di Gunung Palakala, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu, 31 Agustus 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Dua orang pendaki saat melakukan pendakian di Gunung Palakala, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu, 31 Agustus 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Menurut pengakuan dua orang pendaki dari organisasi Mapala Belantara, Ajwan dan Bagus, untuk mencapai ke puncak gunung itu, para pendaki akan melewati beberapa titik jalur yang cukup terjal.

“Beberapa titik di jalur pendakian ada yang sedikit terjal tapi tetap bisa dilewati dengan aman, asal tidak terburu-buru,” ujar Ajwan usai melakukan pendakian di puncak Gunung Palakala, Senin, 1 September 2025.

“Biasanya juga agak sedikit berlumpur dan licin jalurnya kalau hujan, jadi mesti hati-hati,” sambung Bagus.

Selain itu, jalur pendakian gunung ini juga bisa dibilang sangat mudah dikenali. Stringline/string (penanda jalur) dapat terlihat dan membantu para pendaki tetap berada di jalur yang tepat.

Mengingat, sebelum memasuki area yang disebut sebagai pintu rimba, para pendaki terlebih dahulu harus melewati beberapa jalur yang berdekatan dengan jalan menuju lahan pertanian warga setempat.

“Soal jalur sudah terbuka, ya, hanya di bagian bawah itu ada beberapa jalur untuk ke perkebunan warga, jadi perlu lebih teliti. Paling baik juga kalau ada teman yang sudah pernah ke sini,” jelas Ajwan.

Tapi tak perlu khawatir, para pendaki yang sedang melewati berbagai tantangan jalur, sesekali akan disuguhi pemandangan indah perkotaan, pegunungan dari ketinggian untuk sedikit mengobati rasa lelah sebelum akhirnya mencapai puncak.

Saat tiba di puncak, sekitar 50 meter dari tugu triangulasi, para pendaki dapat mengunjungi tempat yang disebut sebagai pintu angin. Dari tempat ini, pemandangan indah kabupaten tetangga, Gorontalo Utara, bisa terlihat dengan jelas dan sering dihiasi kabut yang cantik.

Untuk area kemah, para pendaki bisa menggelar tenda, memasak, menikmati udara segar ditemani malam yang tenang, tak jauh dari tugu triangulasi berada. (*)

Pos terkait