Cara Mengelola Sampah Adalah Cermin Budaya dan Peradaban

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa (kiri) saat bersama Wali Kota Bandung, Mohammad Farhan. [foto:ist/humas setwan]
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa (kiri) saat bersama Wali Kota Bandung, Mohammad Farhan. [foto:ist/humas setwan]

NUSANTARA1.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi menjadi gambaran budaya dan peradaban suatu masyarakat.

Pernyataan itu ia sampaikan usai mengikuti dialog tentang sampah yang digelar bersama NasDem Gorontalo dan Wali Kota Bandung, Mohammad Farhan.

“Memperlakukan sampah menunjukkan tingkat budaya, kesadaran, dan peradaban masyarakat itu sendiri, begitu yang diungkapkan Wali Kota Bandung,” Tulis Ridwan dalam keterangan yang duterima, Rabu, 17 September 2025.

Bacaan Lainnya

Ridwan mencatat ada sejumlah poin penting yang bisa menjadi refleksi masyarakat Gorontalo dalam menghadapi persoalan sampah:

Cermin kesadaran lingkungan. Membuang sampah sembarangan menandakan rendahnya kepedulian, sementara budaya memilah dan mendaur ulang menunjukkan tingkat kesadaran kolektif yang tinggi.

Cermin disiplin sosial. Sampah yang berserakan di ruang publik mencerminkan lemahnya disiplin dan penghargaan terhadap ruang bersama.

Cermin nilai ekonomi dan inovasi. Di banyak negara, sampah justru dipandang sebagai sumber daya baru, seperti bahan baku daur ulang, kompos, hingga energi.

Cermin identitas dan peradaban. Kota yang bersih selalu dipersepsikan lebih berbudaya dan maju, sementara sampah yang dikelola buruk menjadi simbol ketidakpedulian.

“Dengan kata lain, sampah bukan sekadar limbah fisik, melainkan cermin budaya yang merefleksikan kualitas manusia dan masyarakat yang menghasilkannya,” tegas Ridwan.

Ia menambahkan, tak berlebihan jika dalam ajaran agama disebutkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. (*)

Pos terkait