NUSANTARA1.ID – Wakil Gubernur terpilih Gorontalo, Idah Syaidah Rusli Habibie, menegaskan bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Kalau bicara soal lingkungan, tidak bisa lepas dari peran perempuan. Saya sangat mengapresiasi, misalnya, keberadaan sekolah alam, peran akademisi, NGO, Walhi, dan pihak-pihak lain yang peduli terhadap isu lingkungan,” ujar Idah dalam diskusi publik bertajuk Darurat Ekologis dan Ketimpangan Sosial di Gorontalo yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Selasa (21/1).
Idah juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam mengatasi persoalan lingkungan adalah pengawasan dan penegakan aturan.
“Tanpa pengawasan dan penegakan aturan yang ketat, tantangan ini akan terus menjadi penghalang bagi tercapainya keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Diskusi publik ini dihadiri oleh berbagai narasumber, termasuk Zenzi Suhadi Direktur Eksekutif Walhi Nasional, Rio Ismail dari Walhi Kultural, Terri Repi akademisi dari Umgo, dan Defri Sofyan dari Walhi Gorontalo.
Melalui diskusi ini, Idah berharap semua pihak dapat bersinergi untuk mengatasi persoalan lingkungan dan memastikan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (*)


![004 Penas Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus saat meninjau lokasi Penas [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/004-Penas-200x112.jpg)
![002 PLN Harkitnas Segenap insan PLN Grup saat memperingati Harkitnas 20 Mei 2026 [foto:dok/pln]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/002-PLN-Harkitnas-200x112.jpg)




