Anak Muda Terancam Paham Radikal, Ini Desakan Femmy Udoki 

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina ‘Femmy’ Udoki. [foto:ist]
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina ‘Femmy’ Udoki. [foto:ist]

NUSANTARA1.ID – Penyebaran paham radikal kini masif menyasar anak muda melalui media sosial, gawai, dan permainan daring. Porsi anggaran untuk urusan krusial ini sering kali kalah prioritas dibandingkan sektor infrastruktur, padahal ancaman infiltrasi paham radikal kian marak. 

Untuk itu, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina M. Udoki  meminta Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo, untuk lebih memprioritaskan program penanganan melalui porsi anggaran yang memadai. 

Penegasan ini disampaikan Kristina M. Udoki pada rapat Komisi I bersama Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo, dalam rangka membahas rancangan KUA PPAS Perubahan APBD 2026, Selasa 28 Juli 2026).

Bacaan Lainnya

“Saat ini penanganan cenderung hanya fokus pada penindakan setelah terjadi kasus, bukan menyelesaikan akar persoalan. Olehnya saya meminta agar dalam APBD penanganan radikalisme tetap dianggarkan oleh Kesbangpol,” kata sosok yang akrab disapa Femmy Udoki ini.

Politisi Partai Amanat Nasional ini, juga menyentil soal anggaran sosialisasi pemilu khususnya untuk pemilih pemula. Femmy Udoki menilai pendidikan untuk pemula sangat penting, karena dengan sistem pemilu yang nantinya akan berubah, pasti butuh sosialisasi kepada masyarakat khususnya pemilih pemula.

“Kita tahu bersama bahwa putusan MK akan memisahkan Pemilu lokal dan nasional, sehingga perlu ada edukasi dan pemuatan-pemuatan bagi masyarakat. Olehnya kami meminta agar Kesbangpol perlu menyiasati bagaimana agar anggaran untuk program pendidikan bagi pemilih ini bisa terlaksana dengan baik,” kuncinya. (*)

Pos terkait