NUSANTARA1.ID – Pernah bercerita serius kepada seseorang, tetapi lawan bicara justru sibuk menatap layar ponselnya?
Ia mungkin masih mengangguk atau sesekali menjawab, tetapi matanya lebih sering tertuju pada notifikasi yang muncul di layar.
Secara fisik ia ada dihadapan kita, namun perhatiannya tidak sepenuhnya berada di sana.
Fenomena ini dikenal dengan istilah phubbing, gabungan dari kata phone dan snubbing. Mengacu pada studi yang dipublikasikan di ScienceDirect, phubbing adalah perilaku mengabaikan orang lain dalam interaksi tatap muka karena lebih fokus pada ponsel.
Meski terlihat sepele, kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas hubungan dan komunikasi. Lalu, mengapa sebagian orang sulit melepaskan diri dari ponsel saat sedang mengobrol?
- Takut ketinggalan informasi
Salah satu penyebab utama phubbing adalah fear of missing out (FOMO), yakni rasa takut tertinggal informasi, tren, atau aktivitas yang sedang terjadi.
Orang dengan FOMO cenderung merasa perlu terus memeriksa pesan, notifikasi, media sosial, atau berita terbaru, bahkan ketika sedang bersama orang lain. Akibatnya, perhatian mudah terpecah dan percakapan yang sedang berlangsung menjadi terabaikan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers menemukan bahwa phubbing berkaitan dengan sejumlah faktor psikologis, termasuk kecanduan ponsel, FOMO, dan rasa kesepian. Dalam kondisi tersebut, ponsel menjadi sarana utama untuk merasa tetap terhubung dengan dunia luar.
- Kebiasaan yang sudah berlangsung otomatis
Tidak semua orang membuka ponsel saat mengobrol karena sengaja ingin mengabaikan lawan bicara. Pada banyak kasus, perilaku tersebut terjadi secara otomatis.
Ketika ada notifikasi masuk, tangan langsung meraih ponsel. Saat percakapan memasuki jeda singkat, layar kembali dibuka tanpa disadari. Seiring waktu, kebiasaan mengecek ponsel berubah menjadi respons spontan yang dilakukan tanpa pertimbangan.
Karena berlangsung secara otomatis, seseorang sering kali tidak menyadari bahwa tindakannya dapat mengganggu jalannya komunikasi dan membuat lawan bicara merasa tidak diperhatikan.
- Merasa cemas jika tidak mengecek ponsel
Bagi sebagian orang, tidak melihat ponsel dalam waktu tertentu justru memunculkan rasa gelisah. Mereka merasa harus segera membalas pesan, mengetahui kabar terbaru, atau memastikan tidak ada notifikasi penting yang terlewat.
Penelitian yang dimuat di PubMed menunjukkan bahwa FOMO merupakan salah satu faktor psikologis yang kerap dikaitkan dengan perilaku phubbing. Dalam situasi ini, seseorang bisa terus-menerus membuka ponsel bukan karena ada kebutuhan mendesak, melainkan untuk meredakan kecemasan akibat merasa tertinggal informasi.
Apa yang bisa dilakukan?
Sulit melepaskan ponsel saat mengobrol tidak selalu berarti seseorang sengaja bersikap tidak sopan. Di balik kebiasaan tersebut bisa terdapat FOMO, kecemasan, atau pola penggunaan ponsel yang sudah mengakar.
Meski demikian, dampaknya terhadap kualitas komunikasi tetap nyata. Karena itu, langkah sederhana seperti meletakkan ponsel dalam posisi terbalik, mematikan notifikasi untuk sementara, atau menyimpannya saat sedang berbincang dapat membantu menjaga fokus.
Pada akhirnya, memberikan perhatian penuh kepada seseorang yang sedang berbicara adalah bentuk penghargaan yang sederhana, tetapi memiliki makna besar dalam membangun hubungan yang sehat dan hangat. (*)
![Main HP Ilustrasi. Menghadapi orang yang sering main HP saat diajak ngobrol pasti muncul kekesalan. [foto:dok/suara]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Main-HP.jpg)
![Walkable city Ilustrasi. Walkable City bisa bikin mental lebih sehat, bukan sekedar trend. [foto:dok/ayosehat]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Walkable-city-200x112.png)

![Dimanfaatkan Ilustrasi. Ada beberapa orang yang sangat mudah dimanfaatkan oleh orang lain, ini ciri-cirinya [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Dimanfaatkan-200x112.jpg)
![Rumah Ilustrasi. Rumah ternyata bisa menentukan kepribadian seseorang [foto”dok/sobatteknik]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Rumah-200x112.png)

![Uban Ilustrasi. Kemunculan uban di usia muda disebabkan berbagai hal [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Uban-200x112.jpg)

