Cinderamata dari Sisa Tambang Mimika Ramaikan Gelar Teknologi PENAS XVII

Batu Tambang Mimika jadi cinderamata Provinsi Papua Tengah. [foto:juna/nusantara1]
Batu Tambang Mimika jadi cinderamata Provinsi Papua Tengah. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Beragam produk unggulan daerah ditampilkan dalam Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah cinderamata berupa batu sisa hasil tambang dari Kabupaten Mimika yang dipamerkan di stand Kontingen Papua Tengah.

Batu tambang tersebut dipajang bersama sejumlah kerajinan khas dan produk unggulan lainnya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah kepada peserta PENAS yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Mimika, Nella Manggara, mengatakan batu yang dipamerkan merupakan sisa hasil aktivitas pertambangan di wilayah Mimika yang kemudian dijadikan cinderamata khas daerah.

Bacaan Lainnya

“Batu ini merupakan sisa hasil tambang dari Mimika yang kami tampilkan sebagai cenderamata sekaligus untuk memperkenalkan salah satu potensi daerah kami kepada masyarakat luas,” ujar Nella saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Minggu 21 Juni 2026.

Menurutnya, kehadiran Papua Tengah dalam PENAS XVII tidak hanya untuk mempromosikan sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan hasil karya masyarakat yang menjadi identitas daerah.

Ia mengungkapkan, banyak pengunjung yang singgah di stand Papua Tengah untuk melihat lebih dekat batu tambang tersebut karena memiliki keunikan tersendiri dan jarang ditemui pada pameran-pameran serupa.

Selain batu tambang, stand Papua Tengah juga menampilkan berbagai produk kerajinan tangan, aksesori khas Papua, serta aneka produk unggulan yang berasal dari sejumlah kabupaten di provinsi tersebut.

Partisipasi dalam PENAS XVII diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi Papua Tengah kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan pemasaran produk lokal yang lebih luas.

Gelar Teknologi PENAS XVII sendiri menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi peserta karena menampilkan beragam inovasi, teknologi, dan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

Pos terkait