Awali Reses di Dapil II, Legislator Puncak Botu Temui Pemda Bone Bolango

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil II saat menemui Pemda Bone Bolang guna mengawali masa resesnya. [foto:dok]
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil II saat menemui Pemda Bone Bolang guna mengawali masa resesnya. [foto:dok]

NUSANTARA1.ID – Mengawali reses Masa Persidangan 2025 – 2026, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil II Bone Bolango, melakukan pertemuan sekaligus berdialog bersama jajaran Pemkab Bone Bolango.

Pertemuan ini berlangsung di ruang rapat Bupati Bone Bolango, Senin 2 Februari 2026. Ketua Tim Dapil II Bone Bolango, Yeyen Sidiki, bersama Aleg lainnya, Kristina Femmy Udoki, Syamsir Djafar Kyai, Hamzah Idrus dan Loly Pou Junus, diterima oleh Sekda Bone Bolango, Iwan Mustafa didampingi sejumlah pejabat terkait.  

Yeyen Sidiki mengungkapkan bahwa pertemuan ini sengaja dilakukan sebelum turun langsung ke lapangan, agar baik Aleg maupun pemerintah setempat bisa saling berkoordinasi terkait program program apa saja yang telah dan belum terealisasi.

Bacaan Lainnya

Beberapa permasalahan yang menjadi perhatian dalam pertemuan dengan jajaran Pemkab Bone Bolango tersebut antara lain masalah perbaikan sejumlah ruas jalan dan jembatan, penerangan lampu jalan, sarana angkutan pelajar, dan masalah sampah.

“Kami melakukan koordinasi ini agar tidak ada lagi narasi-narasi mengenai ini kewenangan kabupaten, ini kewenangan provinsi. Tapi, permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini menjadi kewenangan kita semua, dan kita wajib menyelesaikan itu. Kita harus gerak cepat berkolaborasi mulai dari kabupaten, provinsi sampai kementrian,” jelas Yeyen Sidiki.

Sementara itu, Kristina Femmy Udoki yang memberikan apresiasi semua pihak terhadap keseriusan menangani persoalan jalan di Pinogu.

“Alhamdulillah sudah ada perhatian dari pemerintah pusat untuk Pinogu ini, artinya perjuangan masyarakat tidak sia sia, semoga kedepan perhatian bisa terus diberikan terutama dalam bentuk anggaran,” kata Kristina Femmy Udoki.

Ia juga menyentil masalah bis sekolah untuk siswa di wilayah Bone Pesisir yang saat ini tidak beroperasi. Ia berharap pemerintah bisa segera mencari jalan keluar, karena ini terkait dengan nasib para siswa. (*)

Pos terkait