Desa Tilihuwa Disiapkan Jadi Desa Unggulan, Ridwan Monoarfa Tekankan Kolaborasi Pentahelix

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa saat melakukan kunjungan ke Desa Tilihuwa, Kabupaten Gorontalo demi mendukung pengembangan sebagai desa unggulan penghasil Kacang Gorontalo. [foto:ist/setwan]
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa saat melakukan kunjungan ke Desa Tilihuwa, Kabupaten Gorontalo demi mendukung pengembangan sebagai desa unggulan penghasil Kacang Gorontalo. [foto:ist/setwan]

NUSANTARA1.ID – Desa Tiluhuwa di Kabupaten Gorontalo akan dikembangkan sebagai desa unggulan penghasil Kacang Gorontalo.

Program yang digagas ini melibatkan kolaborasi antara Institut Pertanian Bogor (IPB), pemerintah daerah, dan sejumlah pihak lainnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini yang dinilai produktif dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Inisiatif ini merupakan wujud tekad dan kerja sama berbagai pihak untuk menjadikan Desa Tilihuwa sebagai desa produktif dan mandiri. Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga mengembangkan potensi wisata desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ridwan Monoarfa, Selasa, 14 Oktober 2025.

Kolaborasi ini menjadi model sinergi antara pemerintah, akademisi, pengusaha, politisi, dan masyarakat.

Pendekatan yang dikenal dengan konsep Pentahelix tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Tekad besar dari Rachmat Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menjadi landasan kuat dalam menjadikan Desa Tilihuwa sebagai pusat pengembangan kacang lokal sekaligus destinasi wisata khas Gorontalo.

“Model kolaborasi seperti ini sangat penting. Ketika birokrasi, intelektual, wirausahawan, politisi, dan masyarakat bersatu, maka hasilnya bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga perubahan sosial dan ekonomi masyarakat menuju kemandirian,” tambah Ridwan.

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Provinsi Gorontalo untuk mengembangkan potensi lokal melalui semangat kolaborasi dan inovasi.

“Kalau bisa merata di Gorontalo sesuai dengan potensi lokal akan sangat baik juga,” tutupnya. (*)

Pos terkait