NUSANTARA1.ID – KPU Kota Gorontalo menggelar rapat koordinasi pada (19|/9) untuk mematangkan persiapan pengundian nomor urut bakal pasangan calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota.
Rapat yang berlangsung di Hotel Damhil Gorontalo ini bertujuan memastikan seluruh aspek teknis dan administratif berjalan lancar menjelang acara penting pada 23 September mendatang.
Ketua KPU Kota Gorontalo, Mario S. Nurkamiden, menjelaskan bahwa pengundian nomor urut kali ini akan dilakukan di Kantor KPU, berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang biasa diadakan di lokasi yang lebih besar.
“Keputusan ini diambil sesuai dengan tata tertib KPU RI,” ungkapnya.
Proses pengundian akan dimulai dengan pendaftaran administrasi para Bapaslon, dilanjutkan dengan pencabutan antrian, dan akhirnya pengundian nomor urut.
Lewat rapat tersebut, beberapa poin penting juga disampaikan untuk memastikan kelancaran acara. Dimana Setiap pasangan calon, partai politik pengusung, serta tim pendukung diwajibkan mengenakan ID Card yang disediakan oleh KPU.
Jumlah tim pendukung yang dapat hadir dibatasi hingga sepuluh orang untuk menjaga keteraturan di lokasi.
Mario juga mengingatkan bahwa pengambilan ID Card oleh tim pendukung, tamu undangan, dan media harus dilakukan paling lambat enam jam sebelum acara dimulai.
“Kami ingin memastikan semua peserta mengikuti aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran pengundian,” kuncinya. (**)

![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

