NUSANTARA1.ID – Seperti biasa pada jelang Ramadan, harga ayam melonjak. Itu dikarenakan adanya tradisi di Gorontalo yang mana pada sahur perdana ‘wajib’ makan ayam.
Itu lantas memicu naiknya harga ayam di pasar-pasar Gorontalo. Ini juga terlihat di Pasar Sentral dan beberapa pasar di Kota Gorontalo.
“Harga ayam naik karena tak lama lagi Ramadan. Bukan karena sulitnya produksi ayam, tiap tahun pasti naik harganya,” kata Irwan Tuna pedagang.
Lanjut katanya, biasanya harga ayam akan turun setelah Idul Fitri. Artinya, sepanjang Ramadan, harga ayam belum turun.
Naiknya harga daging ayam di Pasar Sentral Kota Gorontalo mulai nampak sejak Kamis, (7/3). Sebelumnya harga daging per kilonya Rp 28.000, setelah naik menjadi Rp 32.000 per kilo.
Untuk harga per ekor Sebelumnya harga daging ayam di Pasar Sentral sekitar Rp 65.000 setelah naik menjadi Rp 70.000 per ekor. (*)

![007 Pangkalan Komisi II tinjau langsung persoalan distribusi gas LPG 3 Kg di Desa Dunggala Kecamatan Tibawa. [foto:ist/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Pangkalan-200x112.jpg)
![Sofyan Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Sofyan-Puhi-200x112.jpg)


![007 Penas Konsumsi Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Penas-Konsumsi-200x112.jpg)


