NUSANTARA1.ID – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai menyebut, Hari Santri merupakan satu upaya untuk menghormati peran besar para ulama dan santri dalam perjuangan melawan penjajah demi meraih kemerdekaan Indonesia.
Hal itu diungkapkannya setelah menghadiri peringatan hari santri tingkat Kabupaten Gorontalo, Ahad (22/10).
Politisi PPP ini mengatakan, saat ini, santri tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Santri saat ini memiliki peluang yang sama, punya peluang untuk belajar berbagai pengetahuan dan teknologi, namun demikian, santri jangan sampai melupakan tugas utamanya di tengah-tengah umat, ujar Jayusdi yang juga sebagai Ketua dewan penasehat gerakan pemuda Ansor Kabupaten Gorontalo.
Dikatakannya, Gorontalo yang terkenal dengan falsafah adat bersendikan sara dan sara bersendikan kitabullah merupakan falsafah yang mengartikan untuk terus berjalan dalam adat dan syariat meskipun di tengah gempuran berbagai teknologi saat ini.
“Para santri tentunya tidak lagi dikekang dalam pendidikan agama saja tetapi juga dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai zaman, namun tentunya tetap berlandaskan agama dan syariat yang kuat,” jelas Aleg dua periode itu.
Lebih lanjut kata dia, ulama sebagai nahkoda dan santri sebagai awaknya harus bisa memajukan peradaban yang modern namun tetap memegang teguh pada syariat agama. (*)


![018 Padi Organik Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa saat melakukan penanaman padi organik di lahan Gapoktan Buhuta Sejahtera Olami, Desa Huntu Utara, Bulango Selatan, Kamis 21 Mei 2026 [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/018-Padi-Organik-200x112.jpeg)


![017 Pangan Ratusan warga memadati BPU Tapa, Kamis 21 Mei 2026, untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam GPM yang digelar Pemda Bone Bolango [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/017-Pangan-200x112.jpeg)


