NUSANTARA1.ID – Penurunan stunting di Kota Gorontalo sangat penting dilakukan sedini mungkin. Ini untuk menghindari dampak panjang yang merugikan terhambatnya pertumbuhan anak.
Penegasan ini disampaikan Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono saat membuka rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting tingkat Kota Gorontalo, Selasa (15/8). Menurut Ryan Kono, stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.
Ryan Kono menjelaskan, ada dua intervensi dalam upaya penanganan anak yang bermasalah gizi/stunting. Yakni intervensi gizi spesifik untuk mengetahui secara langsung dan intervensi gizi sensitif, untuk mengatasi penyebab tidak langsung.
“Diperlukan pula komitmen bersama dengan melibatkan peran pentahelix, seperti forum komunikasi pimpinan daerah, dunia usaha, perusahaan swasta, perguruan tinggi, media massa, dan masyarakat,” kata Ryan Kono seraya berharap rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting ini, dapat melahirkan output berupa komitmen, dan kesepakatan bersama. (*)

![UMKM Festival UMKM dalam rangka PENAS Petani Nelayan. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/UMKM-200x112.jpg)

![Pedangan Pedagan asal Jakarta yang menjual kaos bertema Penas. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Pedangan-200x112.jpg)

![011 Tinjau Terminal Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus saat meninjau kesiapan Terminal Limboto. [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/011-Tinjau-Terminal-200x112.jpg)
![005 Bapas Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat menerima audiensi Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Gorontalo, I Putu Sukohartawan, di Ruang Kerja Bupati, Kamis 11 Juni 2026. [foto:dok/(F.Indra/Diskominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/005-Bapas-200x112.jpeg)

