Partai Golkar Gorontalo Serahkan Formulir B1.KWK untuk Pilkada Kabupaten/Kota

NUSANTARA1.ID – Teka-teki siapa yang akan diusung Partai Golkar pada enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, kini telah terungkap. Ini menyusul adanya penyerahan surat DPP tentang dukungan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo untuk calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. 

Penyerahan itu dilakukan pada Senin (26/8) oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf. Penyerahan B1.KWK dilakukan di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo yang dihadiri oleh figur yang menerima mandat atau yang mewakili. 

Informasi yang berhasil dihimpun, B1.KWK untuk Pilwako Gorontalo diberikan kepada pasangan Ryan F. Kono-Charles Budi Doku. Karena pasangan ini masih di luar daerah, maka yang mewakili yakni Meyke Kamaru (Golkar) dan Hais K. Nusi (Nasdem).   

Bacaan Lainnya

Selanjutnya untuk pasangan Rum Pagau-Lahmudin Hambali (PAHAM) yang akan bertarung di Boalemo. Sama seperti pasangan Ryan F. Kono-Charles Budi Doku, pasangan PAHAM juga diusung koalisi Partai Nasdem-Partai Golkar. 

Berbeda dengan kedua daerah di atas, untuk Pilkada Kabupaten Gorontalo, nampaknya Partai Golkar memilih untuk mengusung kader sendiri. Pasangan Hendra Dadang Hemeto-Warsito Somowiyono (DEWA) yang akan disodorkan ke masyarakat pada Pilkada mendatang. 

Daerah lain yang mana Partai Golkar akan mengusung kader sendiri yakni Gorontalo Utara. Partai Golkar akan mengusung Thariq Modanggu-Nurjanah Yusuf untuk Pilkada Gorontalo Utara.    

Jika empat pasangan di atas, Partai Golkar tampil mengusung kader sendiri atau atas dasar koalisi, lain halnya di Pohuwato dan Bone Bolango. Partai Golkar mengusung pasangan yang sudah ada dan bukan dari kader sendiri. 

Di Pohuwato misalnya, Partai Golkar menyerahkan B1.KWK kepada pasangan Saipul Mbuinga-Iwan Adam. Pasangan ini diusung Partai Gerindra (Saipul Mbuinga) dan Partai Nasdem (Iwan Adam).  

Sementara itu, di Bone Bolango, Partai Golkar mengusung pasangan Ismet Mile-Risman Tolingguhu (IRIS). Pasangan ini sebelumnya berusaha lewat jalur perseorangan, namun dukungan tak cukup. Artinya, keduanya tidak berasal dari kader Partai Golkar. (*)

Pos terkait