NUSANTARA1.ID – DPDR Provinsi Gorontalo sahkan Perda pajak dan retribusi melalui sidang paripurna yang berlangsung pada Senin (16/10).
Melalui hal itu, Ketua Pansus Pajak dan Retribusi DPRD Provinsi Gorontalo, Sun Biki meminta agar hal ini segera dievaluasi oleh Menteri Keuangan dan dikirim ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segera diberi nomor.
Pasalnya perda tersebut memiliki keterkaitan dengan pemungutan pajak dalam retribusi, dimana perda tersebut belum bisa diberlakukan jika belum ditetapkan.
“Maka kita berharap setelah dievaluasi oleh menteri keuangan dan diberi nomor jangan sampai lewat tahun 2023, karena kalau lewat 2023 maka 2024 kita tidak ada pajak,” jelas Sun Biki.
Bukan hanya itu, Sun Biki menjelaskan pajak alat kendaraan berat menjadi yang terbaru dalam ranperda ini.
Sehingga hal itu diharap untuk segera diatur dan ditetapkan pada perda lama dengan tujuan untuk menambah fisikal.
“Kita berharap dengan perda yang sudah ditetapkan maka PAD kita akan meningkat dan bertambah,” kuncinya. (*)


![015 Genjot PAD Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/015-Genjot-PAD-1-200x112.jpg)
![027 MTQ Bonbol Penyerahan hadiah oleh Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa kepada salah seorang peserta MTQ [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/027-MTQ-Bonbol-200x112.jpg)

![Sofran Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sofran-Puhi-200x112.jpg)
![024 Tomohn Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk saat menandatangani PKS [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/024-Tomohn-200x112.jpg)

