Jelang Nataru, Legislator Dapil I Pastikan Pangan Gorontalo Aman

Reses hari kedua, Aleg DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil I, melakukan kunjungan ke Dinas Ketaganan Pangan. [foto:dik/nusantara1]
Reses hari kedua, Aleg DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil I, melakukan kunjungan ke Dinas Ketaganan Pangan. [foto:dik/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil I Kota Gorontalo melakukan kunjungan ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Selasa 3 November 2026.

Kunjungan dalam rangka Reses masa Persidangan Pertama Tahun 2026-2027 ini dimaksudkan untuk memastikan pasokan aman dan mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Rombongan DPRD Dapil I, Erwin Ismail, Meyke Kamaru, dr. Sri Darsianti Tuna, Indriani Dunda, Ekhwan Ahmad, dan Hamza Muslimin, diterima langsung Kadis Ketahanan Pangan, Muljadi Mario bersama jajarannya. Dari paparan Dinas Ketahanan Pangan, stok pangan Gorontalo dipastikan aman hingga akhir tahun.

Bacaan Lainnya

Namun, harga sejumlah komoditas mulai merangkak naik. Penyebabnya bukan stok menipis, melainkan konsumsi musiman yang meningkat jelang hari besar keagamaan dan hambatan distribusi akibat kendala bahan bakar.

“Hari ini kami melakukan kunjungan di Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan ketersediaan stok pangan selama musim kemarau dan menjelang akhir tahun. Dimana menurut penjelasan pak Kadis, Insya Allah aman sampai akhir tahun,” jelas Erwin Ismail.

Dikatakan, memang ada pergeseran harga bahan pokok, selain karena tren musiman, kenaikan juga dipicu kendala distribusi BBM yang pengaruhi rantai pasok. Namun fakta menarik, komoditas hortikultura Gorontalo justru surplus. Kelebihan panen ini bahkan disuplai ke luar daerah, terutama Sulawesi Utara yang permintaannya naik tinggi menjelang Nataru.

“Kami sudah sampaikan ke Pak Kadis, pasar internal harus tetap dijaga ketat agar stok daerah aman, tapi suplai bisnis ke daerah lain tetap bisa jalan,” tegas Erwin.

Pada kesemlatan itu juga, Aleg Ekwan Ahmad menyoroti keluhan petani soal beras Bulog. Menurut petani, masuknya beras Bulog saat panen membuat harga anjlok dan petani merugi.

“Petani itu gali lubang tutup lubang. Kalau tidak ada beras Bulog, mereka bisa untung sedikit. Maunya hasil panen mereka dulu laku di pasaran, baru setelah itu beras Bulog turun,” ungkap Ekhwan menyampaikan aspirasi petani. (*)

Pos terkait