Alami Asma-Hipotermia, 8 Pendaki di Gunung Bawakaraeng Dievakuasi 

Proses evakuasi 8 pendaki Gunung Bawakaraeng oleh Tim SAR gabungan. [foto;dok/basarnas makasssar]
Proses evakuasi 8 pendaki Gunung Bawakaraeng oleh Tim SAR gabungan. [foto;dok/basarnas makasssar]

NUSANTARA1.ID – Saat akan merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, 8 pendaki diserang penyakit yang berbeda-beda, dan langsung dilakukan evakuasi oleh Tim SAR gabungan.

“Iya, delapan pendaki tersebut mengalami kondisi berbeda, antara lain hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus,” kata Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, Senin 17 Agustus 2026.

Setelah dievakuasi, kata Muhammad Arif Anwar, beberapa pendaki mendapatkan penanganan dari tim medis dan dirujuk ke Puskesmas Tinggimoncong.

Bacaan Lainnya

“Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulubalea untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Hingga H-2, tercatat sebanyak 3.273 pendaki melakukan registrasi melalui sejumlah jalur pendakian dengan rinciannya, 223 orang melalui registrasi Lembanna, 1.681 orang melalui Bulubalea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia.

“Personel disebar pada delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulubalea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso,” ungkapnya.

Muhammad Arif Anwar menerangkan siaga khusus ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Basarnas dalam memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman, sekaligus memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan.

“Kami menempatkan personel di sejumlah titik untuk memastikan pendaki mendapatkan rasa aman selama berada di jalur. Prinsip kami jelas, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” jelasnya.

Muhammad Arif Anwar mengimbau para pendaki agar tidak memaksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Kondisi cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi faktor yang perlu diperhatikan selama kegiatan pendakian.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan merah putih justru mengabaikan keselamatan diri,” katanya. (*)

Pos terkait