Gorontalo Panen Manfaat Pasca-PENAS XVII, Infrastruktur Hingga UMKM Tumbuh

NUSANTARA1.ID – Berakhirnya Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya menandai suksesnya penyelenggaraan agenda nasional di Gorontalo, tetapi juga menghadirkan berbagai manfaat yang diproyeksikan terus dirasakan masyarakat. Mulai dari pembangunan infrastruktur, meningkatnya aktivitas UMKM, hingga dukungan program hilirisasi menjadi capaian yang dipetik pemerintah daerah pasca kegiatan tersebut.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan penyelenggaraan PENAS XVII memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, salah satu hasil yang diperoleh adalah dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp13,3 miliar yang dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur.

Anggaran tersebut terdiri atas Rp11 miliar untuk perbaikan sejumlah ruas jalan serta Rp2,3 miliar guna rehabilitasi Sport Center Limboto. Perbaikan itu diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapan Gorontalo menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional.

Bacaan Lainnya

Selain pembangunan fisik, perputaran ekonomi selama PENAS XVII juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Sektor perhotelan, homestay, rumah sewa, penyedia konsumsi, hingga jasa transportasi lokal mencatat nilai transaksi sekitar Rp15 miliar selama kegiatan berlangsung.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah kunjungan peserta dan tamu. Dalam lima hari pelaksanaan PENAS XVII, total transaksi UMKM mencapai sekitar Rp1,157 miliar.

“Secara keseluruhan, nilai ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan PENAS XVII mencapai sekitar Rp22,037 miliar,” kata Gusnar.

Dampak positif juga terlihat pada sektor pariwisata. Destinasi wisata Hiu Paus di Kabupaten Bone Bolango menjadi salah satu tujuan favorit peserta PENAS, dengan jumlah kunjungan mencapai 3.310 orang selama enam hari. Aktivitas wisata tersebut menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp355 juta bagi masyarakat setempat.

Di luar capaian ekonomi, Gorontalo juga memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa bantuan sewa bus senilai Rp1,2 miliar dari Kementerian Perhubungan. Selain itu, pemerintah daerah mendapatkan program hilirisasi komoditas kelapa, kakao, dan tebu dengan nilai mencapai Rp105,28 miliar sebagai upaya memperkuat sektor pertanian berbasis industri.

Gusnar menegaskan, manfaat PENAS XVII tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung. Infrastruktur yang telah dibangun, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, berkembangnya sektor pariwisata, serta masuknya program hilirisasi menjadi modal penting bagi Gorontalo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Menurutnya, penyelenggaraan PENAS XVII telah menjadi momentum yang memperlihatkan bahwa sebuah agenda nasional dapat memberikan efek berganda bagi pembangunan daerah apabila dipersiapkan dan dimanfaatkan secara optimal. (*)

Pos terkait