Persiapan Penas KTNA XVII Masuk Tahap Pemetaan Kebutuhan Konsumsi

Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]
Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]

NUSANTARA1.ID – Kurang lebih sebulan menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVII tahun 2026, kesiapan teknis di Provinsi Gorontalo mulai dipetakan. Salah satu yang kini menjadi perhatian ialah sektor konsumsi bagi peserta dan tamu nasional.

Pembahasan itu mengemuka dalam rapat koordinasi bidang konsumsi yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Minggu 17 Mei 2026. Rapat dipimpin Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi.

Selain membahas kebutuhan dasar selama kegiatan berlangsung, rapat juga menjadi forum awal untuk menghitung kesiapan daerah dalam mendukung pelayanan konsumsi pada agenda berskala nasional tersebut.

Bacaan Lainnya

Nani Mokodongan mengatakan, pihaknya mulai menyusun gambaran kebutuhan konsumsi yang nantinya akan digunakan saat pembukaan hingga penutupan Penas KTNA XVII.

Menurutnya, pembahasan belum masuk pada tahap penentuan menu maupun teknis distribusi karena masih menunggu hasil koordinasi dengan panitia pusat.

“Kami baru melakukan pemetaan awal terkait kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung,” ujar Nani.

Ia menambahkan, panitia pusat dijadwalkan akan turun langsung ke Gorontalo dalam waktu dekat guna menyelaraskan kesiapan daerah dengan standar pelaksanaan kegiatan nasional.

“Masih akan ada pembahasan lanjutan bersama panitia pusat, termasuk soal bahan konsumsi yang akan digunakan,” tambahnya.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan OPD dan para asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap pelaksanaan Penas KTNA XVII.

Diketahui, Penas KTNA XVII akan digelar pada 20 hingga 25 Juni 2026 dan diperkirakan menghadirkan peserta petani serta nelayan dari berbagai provinsi di Indonesia. (*)

Pos terkait