Sekeluarga Hanyut di Sungai Boliyohuto, Dua Belum Ditemukan Hingga Hari Kedua

Proses pencarian oleh Basarnas Gorontalo di sekitar sungai Paguyaman, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. [foto:dok/basarnas]
Proses pencarian oleh Basarnas Gorontalo di sekitar sungai Paguyaman, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. [foto:dok/basarnas]

NUSANTARA1.ID — Musibah kembali terjadi di Sungai Boliyohuto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Satu keluarga hanyut saat menyeberangi sungai. Hingga hari kedua operasi SAR, dua korban masih dinyatakan hilang.

Peristiwa terjadi Sabtu, 3 Januari 2026 sekitar pukul 15.30 Wita. Tiga warga, Yasin Isini (54), Sumitra Isini (28), dan Akbar Diangi (9), hendak pulang dari kebun dan mencoba menyeberangi sungai dengan arus deras.

Debit air saat itu mencapai dada orang dewasa. Ketiganya berpegangan tangan. Di tengah sungai, Akbar tiba-tiba berteriak memanggil ibunya. Pegangan terlepas dan Sumitra bersama anaknya hanyut terbawa arus. Yasin berhasil menyelamatkan diri.

Bacaan Lainnya

Kasi Operasi Basarnas Gorontalo, Halidin La Bidu, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 15.45 Wita dari keluarga korban.

“Yang hanyut adalah ibu dan anak. Sampai hari kedua pencarian, hasilnya masih nihil,” kata Halidin, Ahad, 4 Januari 2026.

Basarnas mencatat kondisi cuaca yang cukup ekstrim hingga air sungai yang keruh menjadi kendala utama proses pencarian.

“Arus Sungai Paguyaman sangat deras dan air keruh, sehingga menyulitkan pergerakan tim di lapangan,” jelasnya.

Operasi SAR dilanjutkan dengan membagi tim pencarian menjadi dua sektor untuk memastikan tidak ada titik yang terlewatkan.

Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian hingga muara sungai serta sepanjang bantaran menggunakan metode manual dan drone thermal.

Sebanyak delapan personel Basarnas dikerahkan, dibantu TNI, Polri, BPBD, masyarakat, dan keluarga korban. (*)

Pos terkait