Arus Penumpang Bandara Djalaluddin Diprediksi Naik 10 Persen

Kepala Bandar Udara, Joko Harjani [foto:fikar/nusantara1]
Kepala Bandar Udara, Joko Harjani [foto:fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang di Bandara Djalaluddin Gorontalo diperkirakan meningkat selama masa Natal dan Tahun Baru 2025–2026.

Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, mengatakan lonjakan penumpang diproyeksikan berada di kisaran 8 hingga 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Tahun lalu kenaikannya sekitar 5 persen. Tahun ini prognosis kami naik di angka 8 sampai 10 persen,” kata Joko, Kamis, 18 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, kenaikan ini dipengaruhi kebijakan pemerintah berupa diskon tarif tiket pesawat sebesar 13 hingga 14 persen untuk sejumlah rute, termasuk Gorontalo–Jakarta dan Gorontalo–Makassar.

Meski ada potensi lonjakan, hingga saat ini belum ada permintaan penambahan penerbangan dari maskapai. Jadwal penerbangan masih berjalan normal dengan frekuensi harian seperti biasa.

“Belum ada permintaan extra flight dari maskapai. Masih satu kali penerbangan per hari untuk Garuda, Batik, dan maskapai lainnya,” jelasnya.

Puncak arus keberangkatan diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025, sementara arus kedatangan tertinggi diprediksi pada 4 Januari 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Bandara Djalaluddin mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Posko ini berfungsi memantau pergerakan penumpang serta menerima pengaduan, termasuk terkait harga tiket.

“Kalau ada tiket yang dijual melebihi ketentuan, masyarakat bisa langsung melapor ke posko,” tegas Joko. (*)

Pos terkait