Ini Penjelasan Gubernur Terkait Pembangunan Masjid Raya Tak Dilakukan di Kota Gorontalo

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat diwawancarai usai peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Gorontalo, Jumat, 12 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat diwawancarai usai peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Gorontalo, Jumat, 12 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Pembangunan Masjid Raya Gorontalo, ‘Gorontalo Islamic Centre’ resmi akan dibangun di Desa Talulobuti, Kecamata Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Pembangunan masjid agung ini resmi dimulai ditandai dengan adanya peletakan batu pertama, Jumat, 12 Desember 2025.

Masjid Raya atau pembangunan fasilitas umum skala provinsi yang biasanya mengikuti pusat pemerintahan di ibu kota provinsi, kali ini justru hadir dengan lokasi yang sedikit berbeda.

Bacaan Lainnya

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dengan berbagai pertimbangab memutuskan pembangunan Masjid Raya Gorontalo dibangun di Kabupaten Bone Bolango.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya, Jumat, 12 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya, Jumat, 12 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]
Bukan sembarangan, Gusnar mengatakan lokasi ini cukup strategis dan merupakan bagian dari upaya pengembangan daerah.

“Pemilihan lokasi di sini, yang pertama dalam perspektif pengembangan wilayah. Kita bikin di sini, bertepatan ini adalah lokasi yang saya sebut segitiga emas. Kenapa? Karena pas di sudut Jalan GORR ini, ke sana pertemuan dengan Sipatana Kota Gorontalo, di sebelah sini bertemu Kabupaten Gorontalo,” jelasnya, Jumat, 12 Desember 2025.

Menurutnya, proyek pembangunan dengan skala yang cukup besar seperti ini dapat menumbuhkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik ekonomi hingga sosial dan budaya.

Bukan berarti Kota Gorontalo tidak memungkinkan untuk menjadi lokasi pembangunan, akan tetapi ia menghindari adanya kepadatan dengan tekanan ruang yang tinggi.

“Sebab kalau ini kita bangun di dalam kota Gorontalo, tekanan ruang kotanya akan cepat. Dan itu menyebabkan Kota Gorontalo akan semakin padat sekali. Tapi yang paling penting tadi itu, pengembangan wilayah, agar supaya semua berkembang bersama,” kuncinya. (*)

Pos terkait