NUSANTARA1.ID – Air terjun ‘Waterblue’ yang terletak di Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menyimpan pesona alam yang tenang sekaligus menantang.
Meski kini warna airnya tidak lagi biru seperti beberapa tahun lalu, jejak keindahan dan daya tariknya tetap membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi alam yang layak dikunjungi.
Untuk mencapai lokasi air terjun, perjalanan dimulai dari pusat Kota Gorontalo dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat hingga Desa Tonala. Dari titik ini, perjalanan harus dilanjutkan menggunakan motor melewati jalur yang masih rusak dan terjal, menambah sensasi petualangan yang jarang ditemukan di lokasi wisata lain.
Setibanya di titik akhir, pengunjung masih harus berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit. Jalur setapak yang menyusuri pepohonan rindang menjadi bagian dari pengalaman yang membawa suasana hutan alami begitu dekat.
Suara gemuruh air terjun yang mulai terdengar dari kejauhan seakan menjadi panduan yang menuntun langkah menuju keindahan tersembunyi.
Beberapa tahun lalu, Air Terjun ‘Waterblue’ dikenal karena kolam alaminya yang berwarna biru jernih, sehingga masyarakat setempat menamainya ‘Waterblue’. Namun seiring waktu, dinamika alam mengubah warna air tersebut.
Meski demikian, air terjun ini tetap menawarkan panorama yang memukau. Aliran air yang jatuh dari ketinggian beberapa meter menciptakan semburan putih yang kontras dengan bebatuan berlumut dan hijaunya vegetasi di sekitarnya.
Pengunjung masih dapat menikmati sensasi mandi di bawah air terjun, merasakan kesejukan air pegunungan, atau sekadar duduk di bebatuan sambil menikmati suasana hening khas alam liar. Banyak yang datang bukan hanya untuk bermain air, tetapi juga untuk melepas penat dan menjauh sejenak dari hiruk pikuk perkotaan.
Keasrian Waterblue juga membuatnya menjadi lokasi favorit bagi komunitas pecinta alam dan wisatawan yang menyukai petualangan. Meski fasilitas belum sepenuhnya memadai, justru hal itulah yang membuat tempat ini tetap memiliki nuansa alami yang kuat.
Beberapa warga setempat berharap ke depannya akses jalan dapat diperbaiki, namun tetap mempertahankan kelestarian lingkungan agar keindahan air terjun ini tidak hilang.
Air Terjun ‘Waterblue’ mungkin tidak lagi biru, namun pesonanya tidak pudar. Ia tetap menjadi saksi bisu perjalanan alam yang terus berubah, sekaligus pengingat bahwa keindahan tidak selalu harus sempurna untuk bisa dinikmati. Bagi siapapun yang berkunjung, ‘Waterblue’ menawarkan pengalaman sederhana namun berkesan sebuah pelarian singkat untuk kembali menyatu dengan alam. (*)
![Air Terjun 1 Air terjun Waterblue yang terletak di Desa Dulamayo Utara Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/11/Air-Terjun-1.jpg)
![003 Tumbilotohe Fatek Persiapan Tumbilotohe di kampus 4 UNG. [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/03/003-Tumbilotohe-Fatek-200x112.jpg)
![002 Tumbilotohe Persiapan Tumbilotohe di Kawasan Perkantoran Provinsi Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/03/002-Tumbilotohe-200x112.jpg)
![Tradisi Qunut1 Festival Malam Qunut di Tabongo dengan jualan kacang dan pisang. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/03/Tradisi-Qunut1-200x112.jpg)
![Pantai1 Suasana sore di Pantai Huangobotu [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/01/Pantai1-200x112.jpg)
![Telaga Street Food Teras Talaga Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/01/Telaga-200x112.jpg)
![Pantai Kure Antrian pengunjung di depan toilet kawasan Pantai Kurenai Bone Bolango. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/12/Pantai-Kure-200x112.jpg)

