Viral Medali Bertuliskan Nama Gubernur, Panitia GHM 2025 Beri Penjelasan

Desain medali Gorontalo Half Marathon yang menjadi sorotan publik. [foto: instagram/gorontalohalfmarathon]
Desain medali Gorontalo Half Marathon yang menjadi sorotan publik. [foto: instagram/gorontalohalfmarathon]

NUSANTARA1.ID – Gorontalo Half Marathon (GHM) kembali jadi perbincangan publik. Event lari besar yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo itu menuai sorotan setelah peserta menemukan tulisan nama Gubernur Gusnar Ismail pada medali resmi GHM 2025.

Sejumlah peserta menyampaikan keberatan melalui berbagai platform media sosial. Mereka menilai penulisan nama tersebut tidak perlu karena medali dan jersey diperoleh dari biaya pendaftaran peserta, bukan sebagai atribut personal kepala daerah.

Sorotan ini kemudian viral dan menjadi perbincangan luas di kalangan pelari maupun masyarakat umum.

Bacaan Lainnya

Sementara, menanggapi hal tersebut panitia pelaksana GHM 2025 memberikan klarifikasi kepada publik.

Mereka menyampaikan bahwa penulisan nama kepala daerah pada medali, piagam, maupun penghargaan resmi merupakan praktik standar dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah.

Panitia menegaskan bahwa pencantuman nama gubernur bukan bentuk personal branding, melainkan identitas resmi penyelenggara yang melekat pada event daerah.

GHM 2025 merupakan agenda resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka perayaan HUT ke 25 Provinsi Gorontalo.

“Sebagai event pemerintah, pencantuman identitas lembaga dan kepala daerah dianggap bagian dari standar administrasi kegiatan,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim saat dikonfirmasi Nusantara1.id, Rabu, 19 November 2025.

Panitia juga menjelaskan detail medali yang dipersoalkan publik. Medali GHM 2025 diproduksi menggunakan Zinc Alloy 200 gram dengan finishing emas, dilengkapi motif lokal dan siluet hiu paus sebagai ikon wisata Gorontalo.

Panitia menyebut seluruh proses produksi telah selesai dan medali siap dibagikan pada 7 Desember 2025, bertepatan dengan puncak peringatan HUT Provinsi Gorontalo.

“Kami menghargai perhatian dan masukan masyarakat. Semua akan menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan event ke depan,” jelasnya.

Danial juga mengatakan bahwa medali tersebut dirancang sebagai simbol kebanggaan bagi peserta dan daerah.

“Medali ini bukan hanya simbol finish, tetapi juga simbol kebanggaan Gorontalo,” ujarnya. (*)

Pos terkait