Gorontalo Masuk 10 Kota Program ICP, Butuh Sinergi Pemda Hingga Investor

Rombongan DPRD dan Perwakilan Pemprov Gorontalo saat melakukan kunjungan ke Badan Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah III. /ist
Rombongan DPRD dan Perwakilan Pemprov Gorontalo saat melakukan kunjungan ke Badan Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah III. /ist

NUSANTARA1.ID – Gorontalo menjadi salah satu dari 10 kota di Indonesia yang masuk dalam Program Integrated City Program (ICP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal ini diungkap saat Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan konsultasi ke Badan Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah III, dipimpin Ketua Komisi III, Espin Tulie, didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa, dan Staf Ahli Gubernur Gorontalo, Bonie Ointoe.

Ridwan Monoarfa menjelaskan, ICP bertujuan mengembangkan kawasan perkotaan secara berkelanjutan dan kompetitif di tengah meningkatnya urbanisasi nasional yang diproyeksi naik dari 54 persen pada 2010 menjadi 66 persen di 2035.

Bacaan Lainnya

“Tantangan kita kompleks. Ada pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, risiko bencana, degradasi lingkungan, kesenjangan sosial, dan infrastruktur,” ujarnya, Rabu, 13 Agustus 2025.

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah III, Pranoto, menegaskan, keberhasilan ICP membutuhkan kekompakan semua pihak, termasuk Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, dan investor, dengan mengingat keterbatasan dana pemerintah.

Penentuan skala prioritas menjadi krusial, seperti apakah fokus ke kawasan pariwisata, pelabuhan, ekonomi, atau akses jalan.

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) agar biaya perawatan tidak lebih besar daripada manfaat ekonomi yang dihasilkan.

“Poinnya, pembangunan kawasan harus mendorong arus ekonomi, meningkatkan PAD, dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Ridwan. (*)

Pos terkait