Program ‘Ketahanan Pangan’ Masih Belum memadai, Ini Kata Limonu Hippy 

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy

NUSANTARA1.ID – Program nasional ‘Ketahanan Pangan’ belum memadai karena harus disertai perbaikan sarana pendukung. Selain itu, efisiensi anggaran juga belum memberikan dampak nyata kepada petani.

Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, yang mana menyoroti kesiapan infrastruktur dan efektivitas pengawasan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayahnya.

“Distribusi bantuan seperti bibit dan alat pertanian belum cukup tanpa didukung infrastruktur dasar yang memadai,” kata Limonu Hippy, Senin (20/4).

Bacaan Lainnya

Dirinya mencontohkan tingginya biaya transportasi hasil panen akibat akses jalan yang buruk di sejumlah desa.

“Kalau jalannya bagus, kendaraan bisa masuk langsung. Ini bisa menekan biaya operasional hingga separuh,” ujarnya.

Masih pada kesempatan yang sama, Limonu Hippy menambahkan, peningkatan produksi tidak serta-merta menjamin kesejahteraan petani jika risiko bencana dan kerusakan infrastruktur tidak ditangani.

Kejadian di Pohuwato, kata Limonu Hippy, menunjukkan dampak buruk dari tanggul jebol yang menyebabkan gagal panen jagung secara massal.

Limonu Hippy mengapresiasi langkah awal pemerintah dalam menjalankan program ketahanan pangan di daerah, namun menekankan perlunya pengawasan ketat agar pelaksanaannya tidak hanya berjalan baik secara administratif.

Menanggapi instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, ia mendukung efisiensi anggaran daerah untuk mendanai program prioritas.

Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas benih yang disalurkan kepada petani juga harus menjadi perhatian utama. (**)

Pos terkait