NUSANTARA1.ID – Jembatan ambruk akibat banjir bandang di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo putuskan akses 14 desa dan ancam lumbung pangan warga.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengatakan bahwa kejadian tersebut dapat menyebabkan ketidakstabilan pangan di masyarakat.
Sebab, sejumlah desa yang terdampak banjir itu merupakan wilayah yang masuk dalam kategori pertanian yang sangat luas.
“Kalau infrastrukturnya rusak, walaupun kita menghasilkan padi itu tidak akan jalan arus barangnya,” ungkapnya.
Tak cuma itu, kata Ridwan, selain pangan warga yang cukup terancam, kondisi tersebut jika tidak segera ditangani maka akan berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat.
“Terkait dengan arus ekonomi akan berdampak juga ya,” cetus Ridwan sembari melihat kondisi sekitar.
Dirinya juga mengaku, sebagai perwakilan DPRD Provinsi Gorontalo akan segera menyampaikan hal ini kepada pemangku kebijakan, dalam hal ini Gubernur Gorontalo agar segera menyelesaikan masalah tersebut. (**)
![009 Jembatan Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan kunju ke Desa Harapan Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Sabtu (12/4) guna melihat langsung jembatan yang ambruk. [foto:ist/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/04/009-Jembatan.jpg)


![006 Investor Rapat koordinasi Komisi II DPRD bersama Dinas DPMPTSP Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/006-Investor-200x112.jpg)
![IKN DPR RI meminta infastruktur IKN tetap dimanfaatkan meskipun belum menjadi ibu kota [foto:nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/IKN-200x112.jpg)
![Rizal Bagja Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Mohamad Rizal Badja. [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2024/12/Rizal-Bagja-200x112.jpeg)


