NUSANTARA1.ID – Polda Gorontalo akan memberlakukan rekayasa arus lalu lintas saat perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo, yang dipusatkan pada Senin (7/4).
Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas difokuskan di wilayah Kabupaten Gorontalo, yang menjadi titik utama perayaan ketupat.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemacetan dan menjaga kelancaran arus kendaraan selama perayaan berlangsung.
“Pengendara dari arah Kota Gorontalo akan diarahkan melalui Jalan Achmad Wahab, kemudian belok kiri di simpang empat lampu merah menuju Jalan Reformasi, hingga sampai di simpang empat Patung Berdoa Limboto dan menuju Tugu Ketupat di Limboto Barat,” jelas Kombes Lukman.
Ia juga menyebutkan bahwa pengendara dari arah Kota Gorontalo bisa memilih jalur GORR (Gorontalo Outer Ring Road) sebagai alternatif yang juga akan dijadikan sebagai jalur arus balik, sekaligus menjadi jalur prioritas untuk kendaraan darurat seperti ambulans.
“Masyarakat yang ingin menuju Isimu, Pulubala, atau Bandara Djalaluddin juga disarankan menggunakan jalur GORR,” tambahnya.
Sementara itu, untuk pengendara dari arah Batudaa yang hendak menuju Tugu Ketupat, diarahkan untuk belok kanan di simpang empat Pasar Bongomeme, lalu menuju simpang tiga Isimu dan kembali belok kanan hingga tiba di lokasi perayaan. Jalur ini juga berlaku untuk arus balik.
Kombes Lukman turut mengimbau masyarakat agar tidak parkir sembarangan di bahu jalan selama perayaan berlangsung.
“Hal ini untuk menghindari kemacetan agar arus lalu lintas tetap lancar,” tegasnya. (**)

![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

