NUSANTARA1.ID – Seorang wanita paruh baya, Reti S. Muko, yang merupakan korban banjir di Desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, harus menelan rasa pahit bertumpuk.
Pada November 2024 lalu, Reti (65) usai mengalami kehilangan salah satu keluarganya, ia harus merelakan sebagian besar harta kekayaannya.
Sebagian rumah, uang jutaan rupiah, hingga harta benda lainnya yang berada di rumahnya, hilang dibawa arus banjir yang deras.
“Uang yang saya tabung-tabung itu juga hanyut, itu hampir sekitar Rp. 10 juta,” ujarnya pada Jumat (14/3) sembari mengenang kejadian itu.
Reti yang dalam kesehariannya bertani dan berjualan kue, tentunya tidak bisa memastikan berapa banyak uang yang bisa ia sisihkan untuk ditabung selain untuk keperluan sehari-hari.
Namun sayang, kejadian yang tak diinginkan ini harus menimpa dirinya dan keluarganya di Dusun Kemiri desa itu.
Hingga kini, ia bersama 5 anggota keluarganya harus bertahan di rumah yang tinggal separuh itu.
“Iya masih tinggal di sini, kalau masu masak di kamar lain itu sudah dibuat sebagai dapur, kalau tidak begitu mau tinggal di mana lagi,” kata Reti dengan sedikit senyum di wajahnya.
Diketahui, selain tinggal di rumah itu ia kerap kali menumpang istirahat ke rumah keluarganya yang lain demi keamanan dirinya bersama keluarga saat cuaca sedang tidak baik-baik saja.
Selain itu, uluran tangan dari pihak pemerintah juga menjadi salah satu hal yang ditunggunya. Sebab, hingga kini masih belum ada bantuan dari pihak pemerintah. (*)

![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

