NUSANTARA1.ID – Kenaikan harga pangan di pasaran tidak terlepas dari permainan mafia impor dan kartel pangan yang hingga kini masih bebas berkeliaran.
Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka menuturkan, kenaikan harga pangan saat Ramadan dan Lebaran terjadi bukan hanya karena permintaan tinggi, tapi adanya permainan mafia pangan yang mengontrol harga di masyarakat.
“Indikasi mafia impor dan kartel yang mengontrol pasokan dan harga sehingga memperoleh keuntungan yang tidak wajar,” kata Rieke di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3).
Selain itu, Rieke juga menyebut pemerintah tidak mampu mengimbangi ketersediaan pangan di tengah melonjaknya permintaan di masyarakat. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab meroketnya harga bahan pangan.
“Permintaan meningkat tadi tidak diimbangi ketersediaan. Ketidakstabilan harga fluktuasi akibat sistem distribusi yang tidak merata dan rantai pasok dikuasai segelintir pihak,” kuncinya. (*)
![028 Komisi I ke BKN Komisi I DPRD Gorontalo, saat kunjungan koordinasi di BKN RI, pagi ini. [foto:dok/pendamping komisi]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/028-Komisi-I-ke-BKN-200x112.jpg)
![004 Evlin Sunge Anggota DPRD Gorontalo Utara, Evelin K Sunge saat menyerahkan bantuan sarana dan prasarana perikanan serta pertanian untuk masyarakat Desa Hutakalo. [foto:dok/ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/004-Evlin-Sunge-200x112.png)

![026 Tambah Stok CBP Pertemuan gabungan komisi bersama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag RI. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/026-Tambah-Stok-CBP-200x112.jpg)
![025 Tambang PT CBM Bonepantai Legislator saat menerima aksi massa, di halaman Gedung DPRD Provinsi Gorontalo. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/025-Tambang-PT-CBM-Bonepantai-200x112.jpg)


