NUSANTARA1.ID – Kenaikan harga pangan di pasaran tidak terlepas dari permainan mafia impor dan kartel pangan yang hingga kini masih bebas berkeliaran.
Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka menuturkan, kenaikan harga pangan saat Ramadan dan Lebaran terjadi bukan hanya karena permintaan tinggi, tapi adanya permainan mafia pangan yang mengontrol harga di masyarakat.
“Indikasi mafia impor dan kartel yang mengontrol pasokan dan harga sehingga memperoleh keuntungan yang tidak wajar,” kata Rieke di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3).
Selain itu, Rieke juga menyebut pemerintah tidak mampu mengimbangi ketersediaan pangan di tengah melonjaknya permintaan di masyarakat. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab meroketnya harga bahan pangan.
“Permintaan meningkat tadi tidak diimbangi ketersediaan. Ketidakstabilan harga fluktuasi akibat sistem distribusi yang tidak merata dan rantai pasok dikuasai segelintir pihak,” kuncinya. (*)
![Rieke Diah Pitaloka Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka . [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/03/Rieke-Diah-Pitaloka.jpeg)
![004 Reses Ketua DPRD Zulfikar Usira bersama Anggota Dapil Telaga Cs melakukan reses peninjauan pekerjaan jalan di Desa Hulawa Kecamatan Telaga. [foto:humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/004-Reses-200x112.jpg)
![003 Reses Ketua DPRD Zulfikar Usira bersama Anggota Dapil Telaga Cs melakukan reses Sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di gedung PLUT Telaga. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/003-Reses-200x112.jpg)



![Cindy Monica 1 Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi Nasdem Cindy Monica Salsabila [foto:dok/nasdem]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Cindy-Monica-1-200x112.jpg)

