NUSANTARA1.ID – Banjir besar melanda Kabupaten Gorontalo Utara pada Senin (20/1) setelah hujan deras yang turun sejak pukul 14.00 WITA. Hujan yang masih terus mengguyur hingga saat ini menyebabkan genangan air di beberapa titik di Kecamatan Kwandang dan Anggrek, seperti di Molingkapoto, Pasar Minggu Pontolo, Ombulodata, Tolongio, dan Titidu.
Banjir ini disebabkan oleh hujan yang cukup deras, ditambah dengan meluapnya sungai-sungai di kawasan tersebut dan limpahan air dari kawasan pegunungan yang mengalir ke pemukiman.
Beberapa ruas jalan utama terendam banjir, menghambat akses transportasi dan menyebabkan kemacetan. Warga setempat kesulitan bergerak, sementara pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi.
Pemerintah daerah bersama dengan petugas terkait sudah turun tangan untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak serta memantau situasi dengan ketat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya intensitas hujan yang dapat memperburuk kondisi banjir.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan besar atau korban jiwa, namun pihak berwenang terus melakukan upaya penanggulangan. (*)

![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

