NUSANTARA1.ID – Mahkamah Konstitusi (MK) mempertegas larangan pelanggaran netralitas bagi TNI/Polri dalam Pilkada. Dalam norma baru, TNI/Polri akan terancam pidana penjara dan denda jika menguntungkan pasangan calon.
Norma itu diputus MK dalam perkara 136/PUU-XXII/2024 yang dibacakan kemarin (14/11). Perkara terhadap Pasal 188 UU Pilkada itu diajukan oleh warga Nias Barat, Sumatera Utara.
Pada mulanya, Pasal 188 hanya mencantumkan sanksi pidana netralitas bagi pejabat negara, pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah. Pasal itu dianggap memberi celah bagi TNI/Polri tidak ditindak secara pidana.
“MK mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua MK, Suhartoyo.
Dalam tafsir yang baru, MK memasukkan TNI/Polri dan pejabat daerah sebagai objek yang bisa dikenakan sanksi pidana selain pejabat negara, pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah.
Adapun sanksi pidana yang dikenakan tetap sesuai ketentuan Pasal 188 UU Pilkada. Yakni sanksi pidana paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan dan atau denda paling sedikit Rp 600.000 atau paling banyak Rp 6 juta. (*)
![Kemnaker RUU TK2 Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli saat diwawancarai usai rapat dengan Komisi IX DPR RI.[foto:dok/kemnaker]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/Kemnaker-RUU-TK2-200x112.jpg)
![Watimpres Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Pratikno (tengah). [foto:dok/setpres]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/Watimpres-200x112.jpeg)


![Resaffel Kabinet Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet di Istana. [foto:dok/Tangkapan Layar Youtube Setpres]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/Resaffel-Kabinet-200x112.png)
![KMP Virgo 8 Nakhoda KM Virgo Transport 8 ditetapkan sebagai tersangka. [foto:dok/ig Kantor SAR Banjarmasin]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/KMP-Virgo-8-200x112.jpeg)

