Komisi IV Apresiasi GHM 2026, Jersey Warna Ungu Bersih dari Muatan Politik 

Pimpinan dan jajaran Komisi IV saat rapat Dinas Parekrafpora.[foto:dok/nusantara1]
Pimpinan dan jajaran Komisi IV saat rapat Dinas Parekrafpora.[foto:dok/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo mengapresiasi persiapan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026

Ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pariwisata, Ekraf, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo. 

Anggota Komisi IV, Sri Darsianti Tuna usai rapat menyampaikan bahwa Komisi IV menilai langkah Kadis Parekraf Pora selaku Ketua Panitia sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi langkah-langkah dari Kadis sebagai ketua panitia. Artinya sudah lebih baik dari kemarin,” ujar Sri Darsianti Tuna.

Apresiasi juga disampaikan terutama pada desain logo dan jersey. Warna ungu yang dipilih dinilai mencerminkan identitas Provinsi Gorontalo dan bersih dari muatan politik. 

“Kita melihat logo, terutama warna itu sudah warna ungu yang mencerminkan warna dari Provinsi Gorontalo. Dengan adanya warna yang ditampilkan tadi, di situ tidak ada muatan politik yang mengarah ke warna-warna partai. Nah itu kami sangat mengapresiasi,” tegasnya.

Pimpinan dan jajaran Komisi IV saat rapat Dinas Parekrafpora.[foto:dok/nusantara1]
Pimpinan dan jajaran Komisi IV saat rapat Dinas Parekrafpora.[foto:dok/nusantara1]
Komisi IV juga sangat optimistis GHM 2026 akan sukses. Sehingga jika terbukti sukses, Komisi IV berjanji akan lebih memperhatikan dukungan anggaran untuk GHM 2027, termasuk terkait hibah.

“Tentunya jika ini sukses, maka Komisi IV untuk tahun 2027 akan lebih memperhatikan lagi anggaran untuk GHM. Kami yakin dan percaya GHM tahun 2026 ini akan sukses dibanding tahun-tahun kemarin,” kata Sri Darsianti Tuna.

Sementara itu, Kadis Parekraf Pora, Sultan Kalupe yang juga ketua panitia GHM 2026 memaparkan persiapan pelaksanaan kepada Komisi IV. Pemaparan mencakup dukungan sponsor, jumlah pendaftaran, promo peserta, hingga kesiapan teknis acara.

Dalam RDP tersebut dijelaskan, GHM berawal dari pertemuan dengan pimpinan Bank Mandiri Pusat, termasuk Wakil Komisaris Utama Rudy Salahuddin yang juga dikenal sebagai pelopor Gorontalo Half Marathon.

Pada saat itu Rudi menyatakan kesiapan mendukung pengembangan olahraga lari di Gorontalo. Namun seiring waktu, terjadi efisiensi anggaran. Sehingga Bank Mandiri yang awalnya menjadi sponsor utama dan akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 10 miliar, akhirnya disesuaikan menjadi Rp 1 miliar.

“Kami cukup memaklumi, karena sesuai penyampaian Bank Mandiri Pusat, Gorontalo adalah provinsi yang sudah mandiri dan sudah bisa melaksanakan event lari bertaraf nasional, sehingga Bank Mandiri sudah sangat percaya,” tambah Sultan.

Bank Mandiri disebut akan melihat keberhasilan GHM 2026 terlebih dahulu sebelum memberikan dukungan lebih besar lagi pada 2027 dan seterusnya. Pemaparan panitia mendapat apresiasi dari Komisi IV, terutama terkait desain jersey dan medali yang dinilai tidak berbau politik seperti tahun lalu.

“Ketika kami paparkan bentuk jersey, model jersey, warna jersey, kemudian medali, alhamdulillah dari Komisi IV mendapat apresiasi dengan baik. Menurut mereka ini betul-betul warna provinsi, warna ungu. Jadi Gorontalo Marathon ini milik seluruh masyarakat Gorontalo, tidak berpihak ke mana-mana,” ungkapnya.

Meski demikian, Komisi IV memberikan sejumlah catatan perbaikan yakni terkait race director, pelibatan komunitas lari dan kesiapan medical race. (*)

Pos terkait