Kelanjutan Pembangunan 4 Lantai RS Ainun Habibie Terancam Mangkrak 

RS Ainun Habibie, Gorontalo. [foto:dok/kontras.id]
RS Ainun Habibie, Gorontalo. [foto:dok/kontras.id]

NUSANTARA1.ID – Pembangunan RS Ainun Habibie terancam berhenti ditengah jalan. Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menemukan empat lantai gedung baru masih butuh Rp 60 miliar untuk diselesaikan. 

Temuan itu terungkap saat peninjauan Komisi IV, Rabu kemarin. Ironisnya, lantai 1 sudah hampir rampung dan siap dipakai akhir 2026, sementara lantai 2 hingga 5 belum jelas nasibnya. 

Masalahnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) mulai hilang pada 2027. Pemprov dituntut punya strategi pendanaan konkret, bukan sekadar harapan.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo di RS Ainun Habibie. [foto:dok/humas]
Kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo di RS Ainun Habibie. [foto:dok/humas]
“Kami terus mencari solusi bagaimana supaya rumah sakit ini tetap bisa terselesaikan lima lantainya. Walaupun kita sadari DAK mulai 2027 sudah tidak ada, tentunya dengan berbagai strategi kita berharap Pemprov bisa mendapatkan solusi terbaik,” kata anggota Komisi IV, dr. Darsianti Tuna.

Komisi IV juga menyoroti kondisi gedung lama yang sudah mulai sesak. Ruang tunggu poliklinik lantai 1 dinilai terlalu sempit dan berbahaya.

“Di lantai satu rumah sakit lama untuk poliklinik itu sudah terasa sesak. Kasihan. Yang kami khawatirkan adalah terjadinya infeksi nosokomial karena terlalu sempitnya ruang tunggu,” tambahnya.

Ia menegaskan, RS Ainun adalah satu-satunya rumah sakit milik Pemprov Gorontalo. Jika pembangunan tidak tuntas, pelayanan kesehatan masyarakat yang jadi korban.

“Sebagai dokter dan anggota DPR, saya merasa prihatin. Komisi IV terus melakukan konsolidasi, mencari solusi dan strategi terbaru dari Pemprov,” tegasnya. (*)

Pos terkait