NUSANTARA1.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengalokasikan bantuan pertanian senilai Rp14,11 miliar untuk kelompok tani di Kecamatan Tibawa, Pulubala, dan Limboto Barat.
Bantuan tersebut mencakup benih jagung, paket pengembangan perkebunan kelapa, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan bantuan tersebut dalam kegiatan penyaluran bantuan sektor pertanian dan perkebunan Tahun Anggaran 2026, Rabu 4 November 2026.
Secara keseluruhan, anggaran sektor pertanian yang dialokasikan Pemkab Gorontalo pada 2026 mencapai Rp66,54 miliar. Anggaran itu dibagi dalam tiga program utama.
Pertama, bantuan 285 ton benih jagung untuk lahan seluas 19.000 hektar dengan anggaran Rp28,5 miliar. Kedua, program pengembangan perkebunan kelapa seluas 5.000 hektare di 17 kecamatan dengan anggaran Rp22,58 miliar.
Program ini mencakup penyediaan bibit, pupuk organik, dan biaya pengolahan tanah atau HOK, dengan target penyelesaian pada Desember 2026.
Ketiga, pengadaan 138 unit alsintan dengan anggaran Rp15,46 miliar.
Dari total anggaran tersebut, Kecamatan Tibawa, Pulubala, dan Limboto Barat memperoleh alokasi gabungan sebesar Rp14.111.139.575. Penyaluran benih jagung di ketiga kecamatan itu dilaporkan telah mencapai 100 persen.
Di Kecamatan Tibawa, alokasi bantuan mencapai Rp5.357.351.000. Rinciannya, 38.865 kilogram benih jagung untuk lahan seluas 2.591 hektare yang dikelola 88 kelompok tani di 20 desa, dengan nilai Rp3,88 miliar.
Tibawa juga menerima paket pengembangan kelapa untuk lahan seluas 128 hektare yang dikelola delapan kelompok tani. Bantuan tersebut terdiri atas 14.080 pohon bibit, 42,24 ton pupuk organik, dan biaya pengolahan tanah senilai Rp578,52 juta.
Selain itu, disalurkan tujuh unit alsintan berupa dua traktor roda empat, empat traktor roda dua, dan satu pompa air dengan nilai Rp892,33 juta.
Sementara itu, Kecamatan Pulubala memperoleh alokasi Rp4.986.137.575. Bantuan benih jagung mencapai 46.350 kilogram untuk lahan seluas 3.090 hektare yang dikelola 72 kelompok tani di 17 desa, dengan nilai Rp4,63 miliar.
Pulubala juga menerima paket pengembangan kelapa berupa 8.222 pohon bibit, 24,67 ton pupuk organik, dan biaya pengolahan tanah untuk lahan seluas 74,75 hektare. Bantuan senilai Rp337,84 juta tersebut diperuntukkan bagi enam kelompok tani.
Untuk mendukung kegiatan pertanian, Pulubala juga mendapat satu unit pompa air senilai Rp13,29 juta.
Adapun Kecamatan Limboto Barat memperoleh alokasi Rp3.767.651.000. Bantuan benih jagung sebanyak 16.785 kilogram diperuntukkan bagi lahan seluas 1.119 hektare yang dikelola 32 kelompok tani di 12 desa, dengan nilai Rp1,67 miliar.
Di sektor perkebunan kelapa, enam kelompok tani menerima 14.300 pohon bibit, 42,90 ton pupuk organik, dan biaya pengolahan tanah untuk lahan seluas 113 hektare. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp597,56 juta.
Limboto Barat juga memperoleh 18 unit alsintan, terdiri atas tiga traktor roda empat, delapan traktor roda dua, dan tujuh pompa air dengan nilai Rp1,49 miliar.
Bupati Sofyan Puhi berharap kelompok tani dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penggunaan alsintan diharapkan membantu pengolahan lahan, sementara program pengembangan kelapa diarahkan untuk mempercepat peremajaan tanaman dan meningkatkan hasil perkebunan. (*)
![Gunung Bromo Aktivitas Gunung Bromo saat erupsi. [foto:dok/herald]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/11/Gunung-Bromo-200x112.jpg)
![Sofyan Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/11/Sofyan-Puhi-200x112.png)





