Meski Kasus Turun, Bone Bolango Akui Banyak Kekerasan Belum Terlapor

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial P3APPKB Bone Bolango, Oktavianita Helingo. [foto:juna/nusantara1]
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial P3APPKB Bone Bolango, Oktavianita Helingo. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bone Bolango menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Simfoni, jumlah kasus turun dari 42 menjadi 32 kasus.

Namun demikian, pemerintah daerah mengakui bahwa angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan karena masih banyak kasus yang belum terlaporkan.

Hal itu disampaikan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial P3APPKB Bone Bolango, Oktavianita Helingo, saat ditemui pada kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan coaching clinic Kabupaten Layak Anak (KLA), Selasa 14 April 2026.

Bacaan Lainnya

“Yang terdata memang menurun, tetapi kami yakin masih ada kasus yang belum terlapor. Ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus memperkuat program Kabupaten Layak Anak sebagai upaya sistematis dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melalui Dinas Sosial P3APPKB menggelar bimtek dan coaching clinic KLA guna meningkatkan kapasitas aparatur serta memastikan seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dibekali pemahaman terkait indikator KLA yang mencakup lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan, pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta perlindungan khusus anak.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis terkait penggunaan aplikasi pelaporan guna memastikan seluruh data dukung dapat terinput secara optimal.

Oktavianita menjelaskan, Bone Bolango saat ini berada pada kategori Madya sejak 2023. Untuk meningkatkan capaian ke tingkat lebih tinggi, dibutuhkan pemenuhan ratusan indikator serta konsistensi pelaporan lintas sektor.

“Kita tidak ingin kerja-kerja yang sudah dilakukan tidak tercatat dengan baik. Karena itu, penguatan data menjadi fokus utama,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan KLA tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap upaya perlindungan anak dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong peningkatan capaian KLA di Bone Bolango pada penilaian mendatang. (*)

Pos terkait