NUSANTARA1.ID – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, memaparkan capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin 6 April 2026.
Penyampaian tersebut disampaikan dalam agenda Pembicaraan Tingkat I terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 yang digelar di ruang sidang DPRD.
Dalam laporannya, Sofyan menguraikan kinerja pemerintah daerah mencakup aspek pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik hingga pengelolaan keuangan daerah.
Dari sisi demografi, jumlah penduduk Kabupaten Gorontalo pada 2025 tercatat sebanyak 423.981 jiwa, terdiri dari 213.513 laki-laki dan 210.468 perempuan. Menurutnya, struktur penduduk ini menjadi potensi sekaligus tantangan yang harus dikelola melalui kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Komposisi penduduk ini harus direspons dengan kebijakan yang tepat agar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata,” ujarnya.
Sofyan juga menyampaikan capaian indikator makro yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 5,71 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 4,42 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat dari sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 16,43 persen pada 2024 menjadi 14,89 persen pada 2025. Sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,26 persen.
“Penurunan kemiskinan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.
Tingkat partisipasi angkatan kerja juga tercatat sebesar 67,61 persen, sedangkan inflasi year-on-year terkendali di angka 2,54 persen. Adapun indeks ketimpangan (gini ratio) berada di angka 0,364 atau kategori moderat.
Dalam aspek keuangan daerah, pendapatan daerah tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp1,41 triliun dan terealisasi Rp1,40 triliun atau 99,60 persen. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp1,26 triliun atau 91,76 persen dari target.
Belanja tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer yang diarahkan untuk mendukung program prioritas pembangunan dan pelayanan publik.
Di tengah capaian tersebut, pemerintah daerah juga menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya penyesuaian transfer dari pemerintah pusat, tidak adanya alokasi dana infrastruktur tertentu, tingginya proporsi belanja pegawai, hingga dampak bencana yang merusak fasilitas umum.
Meski demikian, Kabupaten Gorontalo juga mencatat berbagai prestasi, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penghargaan sektor pertanian, hingga capaian kinerja pengelolaan keuangan dan inovasi daerah.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh masyarakat,” kata Sofyan.
Ia pun berharap DPRD Kabupaten Gorontalo dapat memberikan masukan dan rekomendasi terhadap LKPJ tersebut guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan.
Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari mekanisme evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat. (*)
![Sofyan Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/03/Sofyan-Puhi.jpg)

![018 Padi Organik Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa saat melakukan penanaman padi organik di lahan Gapoktan Buhuta Sejahtera Olami, Desa Huntu Utara, Bulango Selatan, Kamis 21 Mei 2026 [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/018-Padi-Organik-200x112.jpeg)


![017 Pangan Ratusan warga memadati BPU Tapa, Kamis 21 Mei 2026, untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam GPM yang digelar Pemda Bone Bolango [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/017-Pangan-200x112.jpeg)


