Musda Golkar Kota Gorontalo Bukan Ajang Perpecahan

Dari kiri ke kanan: Plt. Ketua Partai Golkar Kota Gorontalo, Fikram AZ Salilama, Kepala Kesbang Pol Kota Gorontalo, Iskandar Moerat, dan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah. [foto:juna/nusantara1]
Dari kiri ke kanan: Plt. Ketua Partai Golkar Kota Gorontalo, Fikram AZ Salilama, Kepala Kesbang Pol Kota Gorontalo, Iskandar Moerat, dan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo berlangsung dinamis dan menjadi salah satu musda paling menarik di Provinsi Gorontalo.

Hal ini disampaikan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat memberikan sambutan pada kegiatan Musda yang digelar di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Kamis 18 Desember 2025.

Idah mengungkapkan, rangkaian musda Partai Golkar telah lebih dulu dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Boalemo, Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, dan Pohuwato, dengan dinamika politik yang berbeda-beda. Di beberapa daerah, proses musda berjalan relatif aman karena hanya diikuti satu kandidat.

Bacaan Lainnya

“Namun di Kota Gorontalo justru paling dinamis karena diikuti dua kandidat yang sama-sama kuat,” ujar Idah.

Dua kandidat yang disebut-sebut bersaing ketat yakni Fikram Salilama yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo dan Meyke Camaru selaku Sekretaris DPD II Golkar Kota Gorontalo. Keduanya merupakan kader unggulan Partai Golkar dan sama-sama menjadi anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo.

Idah menilai Musda kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan momentum Hari Ibu, di mana salah satu kandidat merupakan tokoh perempuan yang berani tampil dalam kontestasi kepemimpinan partai di tingkat kota.

Ia menegaskan bahwa Musda bukan ajang untuk memecah belah kader, melainkan forum konsolidasi untuk memperkuat soliditas Partai Golkar ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Idah memastikan dirinya bersikap netral dan tidak memihak salah satu kandidat.

“Saya berdiri normatif. Siapapun yang memperoleh dukungan terbanyak secara sah itulah yang terpilih,” tegasnya.

Ia berharap siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo dapat membawa partai lebih solid, mendukung program pemerintah daerah, serta memiliki visi jangka panjang menghadapi kontestasi 2029.

Musda XI DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat peran Golkar sebagai partai yang berpihak kepada rakyat dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. (*)

Pos terkait