DPRD Nilai Pembagian Order Maxim Tak Adil, Driver Keluhkan Branding

RDP DPRD Provinsi Gorontalo bersama sejumlah pihak yang membahas terkait kesejahteraan driver ojek online (maxim), Senin, 15 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]
RDP DPRD Provinsi Gorontalo bersama sejumlah pihak yang membahas terkait kesejahteraan driver ojek online (maxim), Senin, 15 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menyoroti ketimpangan pembagian order antara pengemudi taksi online Maxim dalam Rapat Dengar Pendapat bersama aliansi driver, Senin, 15 Desember 2025.

Rapat dipimpin Ketua Komisi III Espin Tulie, didampingi Faisal Hulukati dan Syarifudin Bano. Aliansi driver yang hadir mewakili sekitar 150 pengemudi dari lima komunitas.

Espin juga mengatakan keluhan utama driver berkaitan dengan perbedaan branding yang ada di kendaraan.

Bacaan Lainnya

Driver dengan full branding dinilai lebih sering menerima order, sementara driver dengan branding kecil hanya memperoleh dua hingga tiga order per hari.

“Kondisi ini tidak adil dan menimbulkan keresahan. Harus ada formulasi yang lebih seimbang,” ujar Espin.

Keluhan serupa sebelumnya juga muncul dalam aksi unjuk rasa driver pada Agustus 2025. Namun hingga kini, persoalan tersebut belum tuntas.

Komisi III mendengarkan penjelasan dari pengemudi, perwakilan Maxim, serta Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo. DPRD menilai perlu ada kebijakan yang menjamin pemerataan peluang kerja bagi seluruh driver. (*)

Pos terkait