Wamen PPA RI, Veronica Tan Tinjau Layanan PPPA Gorontalo

Wamen PPA RI, Veronica Tan tinjau langsung kantor Dinas PPPA Provinsi Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]
Wamen PPA RI, Veronica Tan tinjau langsung kantor Dinas PPPA Provinsi Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Wamen PPA RI) Veronica Tan mengunjungi Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Kamis 9 Oktober 2025.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian tambahan dari agenda utama Wamen PPA saat menghadiri peluncuran Sekolah Garuda di MAN Insan Cendekia Gorontalo sehari sebelumnya. Selain mengunjungi kantor Dinas PPPA, Veronica juga menyempatkan diri melihat langsung kegiatan UMKM perempuan di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Wamen PPA yang menambah satu hari kunjungan untuk melihat langsung kondisi pelaku usaha perempuan serta layanan perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya tujuan utama beliau adalah menghadiri peluncuran Sekolah Garuda, namun dengan begitu murah hati, beliau menambah satu hari kunjungan, termasuk ke UMKM perempuan di Tabongo dan kantor Dinas PPPA Provinsi Gorontalo,” ujar Yana.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Elmi Tantu, menjelaskan bahwa kunjungan Wamen PPA bersifat ringan namun penuh makna, terutama dalam menggali informasi tentang layanan yang sudah berjalan di Gorontalo.

“Ibu Wamen berdialog dengan teman-teman di dinas, meninjau layanan yang ada, termasuk SAPA 129, layanan pengaduan nasional yang diinisiasi Kementerian PPA. Beliau juga mendengar langsung tantangan yang dihadapi daerah,” kata Elmi.

Ia menambahkan, salah satu kendala utama yang disampaikan kepada Wamen PPA adalah belum adanya gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus perlindungan perempuan dan anak.

“Secara regulasi kami sudah siap, namun dari sisi fasilitas masih terkendala gedung. Kementerian PPA menyarankan agar kami segera mengajukan permohonan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Insyaallah Pemprov Gorontalo akan menindaklanjutinya,” ujarnya.

Elmi juga menjelaskan, program SAPA 129 di Gorontalo telah berjalan baik. Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan penjangkauan cepat kepada korban.

“Begitu ada laporan, kami segera bergerak melakukan pendampingan dan asesmen bersama psikolog agar korban tidak semakin trauma,” jelasnya.

Selain itu, Elmi menuturkan bahwa dana non-fisik dari Kementerian PPA tahun ini sudah terealisasi hampir 80 persen, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dana tersebut digunakan untuk menjangkau dan memfasilitasi korban kekerasan sesuai kewenangan masing-masing daerah.

Kunjungan Wamen PPA RI ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan ramah bagi perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo. (*)

Pos terkait