Kader PDI Perjuangan Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Soeharto. [foto:ist/tirto]
Soeharto. [foto:ist/tirto]

NUSANTARA1.ID – Jelang Hari Pahlawan 10 November, isu bahwa Soeharto akan diangkat menjadi pahlawan nasional kembali mencuat. 

Namun, Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning menganggap Presiden kedua RI Soeharto tidak pantas diberikan status sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

Ribka menilai Soeharto semasa menjabat Presiden RI diduga terlibat dalam serangkaian kasus penghilangan nyawa.

Bacaan Lainnya

“Apa pantas dikasih gelar pahlawan,” kata dia kepada awak media dikutip Jumat 24 Oktober 2025.

Namun, wanita yang juga berprofesi sebagai dokter itu mengaku pesimistis penolakan dirinya terhadap status Pahlawan Nasional buat Soeharto diterima pemerintahan era Prabowo Subianto.

“Kelemahan bangsa Indonesia mudah lupa,” kata dia.

Aktivis 98 Ubedilah Badrun menyebut Presiden kedua RI Soeharto secara empiris dan konstitusi negara, tidak memenuhi ketentuan untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Soeharto sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai Pahlawan Nasional,” kata pengamat politik itu kepada awak media, Jumat 24 Oktober 2025.

Ubedilah mengatakan Pasal 24 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan menyebutkan bahwa syarat menjadi pahlawan ialah WNI yang memiliki integritas moral dan keteladanan.

Selain itu, kata dia, Pasal 24 menyatakan syarat menjadi pahlawan ialah mereka yang berkelakuan baik dan tidak pernah terkena kasus pidana berkekuatan hukum.

Kang Ubed sapaan Ubedilah Badrun, mengatakan Soeharto di sisi lain pernah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada 3 Agustus 2000 atas dugaan penyalahgunaan dana tujuh yayasan.

“Soeharto juga oleh banyak lembaga kredibel disebutkan bahwa di bawah pemerintahanya diwarnai banyak kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kejahatan terhadap warga negara,” ujar dia. (*)

Pos terkait