Antisipasi Banjir, PT Pani Gold Bangun Kolam Penampungan Air

Manajemen perusahaan tambang PT Pani Gold Project saat memberi keterangan di depan Pansus Pertambangan. [foto:juna/nusantara1]
Manajemen perusahaan tambang PT Pani Gold Project saat memberi keterangan di depan Pansus Pertambangan. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Direktur PT Pani Gold Project, Boyke P. Abidin, menegaskan bahwa potensi banjir yang terjadi di wilayah sekitar lokasi tambang bukan disebabkan oleh aktivitas perusahaan. 

Ia menyatakan, perusahaan telah mengantisipasi aliran air (water flow) dengan membangun kolam penampungan air (water pond) sesuai arah aliran yang sudah dipetakan.

“Kalau ada banjir dan lain-lain, itu bukan karena kami. Kami sudah mengestimasikan arah air dan wajib membangun water pond. Jadi kami bertanggung jawab terhadap pengelolaan air, bukan hanya soal hutan yang ditebang untuk keperluan konstruksi. Penebangan pun sudah memiliki izin melalui PPKH,” ujar Boyke saat mendampingi kunjungan rombongan Pansus Pertambangan DPRD Gorontalo di lokasi tambang, pada Jumat 3 Oktober 2025.

Bacaan Lainnya

Wilayah pertambangan PT Pani Gold Project yang diklaim tak akan menyebabkan banjir. [foto:juna/nusantara1]
Wilayah pertambangan PT Pani Gold Project yang diklaim tak akan menyebabkan banjir. [foto:juna/nusantara1]
Boyke menegaskan, jika ingin melihat dampak banjir, masyarakat tidak hanya perlu melihat aktivitas yang dilakukan perusahaan, tetapi juga aktivitas lain di wilayah sekitar.

Dalam kesempatan itu, Boyke juga memaparkan bahwa hingga saat ini PT Pani Gold Project telah mempekerjakan hampir 3.000 tenaga kerja dengan komposisi 60 persen berasal dari lokal dan 40 persen dari luar daerah.

Target perusahaan ke depan adalah mencapai komposisi 70 persen tenaga kerja lokal dan 30 persen dari luar daerah ketika memasuki tahap operasi penuh.

“Tenaga kerja lokal kami bagi menjadi tiga ring, yakni ring satu dari desa sekitar tambang, ring dua dari Kabupaten Pohuwato, dan ring tiga dari wilayah lain di Provinsi Gorontalo.

Ketua DPRD Gorontalo, Thomas Mopili, yang turut hadir dalam kunjungan itu menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kerja lokal.

“Kalau pun tenaga kerja masih kurang, kami siap membantu men-supply dari daerah dengan standar yang dibutuhkan oleh perusahaan,” kata Thomas. (*)

Pos terkait