Mahasiswa KKN Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di SMPN 3 Limboto Barat

Sesi foto bersama mahasiswa KKN Desa Padengo dan siswa SMPN 3 Limboto Barat, Selasa 9 September 2025. [foto:ist]
Sesi foto bersama mahasiswa KKN Desa Padengo dan siswa SMPN 3 Limboto Barat, Selasa 9 September 2025. [foto:ist]

NUSANTARA1.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Desa Padengo terus menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Salah satu yang diwujudkan yakni melalui kegiatan sosialisasi bertema ‘Bahaya Risiko Pernikahan Dini pada Remaja’ yang digelar di SMP Negeri 3 Limboto Barat, Selasa, 9 September 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Laboratorium Komputer ini dibuka oleh Mustapa, selaku Kaur Kesiswaan, serta diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa dari kelas 7, 8, dan 9.

Bacaan Lainnya

Antusiasme siswa terlihat sejak awal acara hingga akhir sesi, terutama ketika mereka diajak untuk berdiskusi secara langsung.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik, Haris Danial, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu pernikahan dini dalam lingkup pendidikan.

“Kegiatan ini wujud kepedulian mahasiswa UNG terhadap masalah sosial remaja. Mereka mampu menyusun program sesuai kebutuhan lapangan, dan ini tentu menjadi pengalaman berharga sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar Haris Danial.

Sementara itu, yang menjadi narasumber kegiatan, Moh. Alwi Hasan, mahasiswa Bimbingan dan Konseling FIP UNG sekaligus Koordinator Desa KKN Padengo, menekankan pentingnya remaja memahami resiko pernikahan dini di era modern ini.

“Pernikahan dini berisiko menimbulkan masalah kesehatan, pendidikan, hingga psikologis. Remaja yang menikah terlalu muda cenderung tidak siap menghadapi tanggung jawab rumah tangga, bahkan bisa berujung pada putus sekolah. Karena itu, lebih baik fokus dulu mengejar cita-cita,” tegas Alwi.

Tentunya, kegiatan ini tidak hanya bersifat satu arah. Setelah sesi penyampaian materi, dibuka sesi diskusi dan siswa diberikan kesempatan untuk bertanya.

Suasana pun menjadi semakin hidup ketika beberapa siswa mengajukan pertanyaan yang mencerminkan rasa ingin tahu mereka.

Salah satu peserta, Dea, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini. Ia menilai bahwa dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya memahami resiko pernikahan dini.

“Kegiatan ini sangat seru. Saya jadi tahu bahwa pernikahan dini ternyata bisa terjadi dari hal-hal yang sepele, dan dampaknya besar untuk masa depan. Jadi sekarang saya lebih berhati-hati dan lebih paham kenapa kita harus menunda pernikahan,” ujarnya.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari program KKN Tematik UNG yang disusun berdasarkan analisis kebutuhan sekolah melalui wawancara dengan para guru.

Dengan demikian, tema yang diangkat benar-benar relevan dengan permasalahan yang dihadapi remaja di lingkungan sekolah tersebut.

Sementara itu, pihak sekolah juga turut memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Mereka menilai adanya kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari pengabdian mahasiswa di lokasi KKN, terlebih dalam lingkup sosial sehingga pendidikan.

“Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Tematik UNG Desa Padengo. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena membuka wawasan siswa mengenai bahaya pernikahan dini. Harapannya, mereka bisa mengambil pelajaran dari kegiatan ini dan terhindar dari hal-hal negatif di masa remaja,” ungkap Mustapa.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNG Desa Padengo berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini kepada para remaja agar lebih bijak dalam merencanakan masa depan.

Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadapi isu-isu sosial yang krusial. (*)

Pos terkait