NUSANTARA1.ID – Warga Desa Pentadio Barat, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, menutup akses Jalan Yan Lamatenggo di Dusun 2 sejak Senin, 15 September 2025. Penutupan dilakukan karena jalan utama yang sudah dua tahun rusak parah tak kunjung diperbaiki meski pemerintah sebelumnya berjanji akan menanganinya.
Aksi blokade ini merupakan yang ketiga kali dilakukan warga. Mereka menegaskan jalan tidak akan dibuka sampai ada kepastian perbaikan.
“Dua tahun dibiarkan tanpa pemeliharaan. Tahun lalu dijanjikan akan diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada juga,” kata Erwin Pakaya, warga setempat saat ditemui, Selasa 16 September 2025.
Hal serupa diungkapkan Abdul Radjak Pakaya. Menurutnya, kondisi jalan yang penuh lubang sering menimbulkan kecelakaan, bahkan menimpa anak-anak sekolah.
“Sudah sering ada yang jatuh. Jalan ini akan tetap kami tutup sampai ada perbaikan,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, warga menutup jalan dengan kayu, batu, seng, serta baliho bertuliskan keluhan mereka. Salah satunya berbunyi; ‘Jalan ditutup, karena pemerintah daerah menutup mata’.
Jalan Yan Lamatenggo menjadi akses vital warga menuju sekolah, pasar, hingga pusat aktivitas sehari-hari. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan demi keselamatan bersama. (*)
![Jalan2 Warga blokade jalan di Desa Pentadio Barat. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/Jalan2.jpg)
![007 Pangkalan Komisi II tinjau langsung persoalan distribusi gas LPG 3 Kg di Desa Dunggala Kecamatan Tibawa. [foto:ist/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Pangkalan-200x112.jpg)
![Sofyan Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Sofyan-Puhi-200x112.jpg)


![007 Penas Konsumsi Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Penas-Konsumsi-200x112.jpg)


