NUSANTARA1.ID – Saat ini, tingkat kriminalitas yang terjadi ditengah masyarakat cukup tinggi, dengan jenis kejahatan yang beragam, serta modus juga yang beragam.
Ini terkadang membuat para penyidik dari Aparat Penegak Hukum (APH) harus bekerja ekstra untuk memecahkan kejahatan yang terjadi.
Menyikapi hal tersebut, pihak Kepolisian RI, tentu terus berbenah dan terus membekali ilmu kepada para aparaturnya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, seperti peningkatan kapasitas yang dilaksanakan oleh Polda Sulut, yakni Coaching Clinic Bidlabfor Polda Sulut T.S. 2025, Selasa 12 Agustus 2025.
Kasat Narkoba Polres Sangihe, Iptu. Hevry Samson yang juga merupakan salah satu peserta mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi pihaknya dalam rangka penanganan kasus.
“Kegiatan ini sangat penting, dan peserta seluruh Polres yang ada di Sulawesi Utara. Para Kasat di jajaran Polres Sangihe juga ikut yakni Kasat Reskrim dan Kasat Lantas,” kata Hevry.
Lanjut dikatakan, era sekarang ini yang serba modern, penegakan hukum tidak hanya melalui pendekatan masyarakat saja, namun juga diperlukan pendekatan secara ilmu pengetahuan dan teknologi atau Scientific Crime Investigation (SCI).
“Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bidlabfor Polda Sulut dengan tujuan memperkenalkan bidang-bidang di Bidlabfor Polda Sulut yang dapat mendukung fungsi penyelidikan dan penyidikan di bidang Reskrim Umum, Reskrim Khusus, Reskrim Narkoba, Lantas dan Ditpolair, dengan tujuan koordinasi sesama penyidik dengan petugas Bidlabfor Polda Sulut dalam mendukung penangan perkara dengan berbasis SCI yang dimiliki oleh Polri,” ungkapnya.
Kegiatan mengusung tema ‘Sinergi, Akurasi dan Profesionalisme Menuju Penanganan Perkara Berbasis SCI’, diharapkan dapat membantu para aparat di lingkungan Kepolisian dalam menangani perkara.
“Pastinya kegiatan ini sangat bermanfaat dalam peningkatan kapasitas dan dalam melaksanakan tugas penanganan perkara yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Disisi lain Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie dalam pesannya yang dibawakan oleh Wakapolda, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa SCI ini menjadi pilar penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri.
“Karena di era tidak cukup hanya dengan pendekatan konvensional, namun juga diperlukan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi atau SCI,” tegasnya.
Lanjut dikatakan bahwa pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan hanya sekedar pendukung namun merupakan garda terdepan dalam pembuktian perkara melalui pemeriksaan ilmiah terhadap barang bukti.
“Pemeriksaan forensik yang akurat dapat menjadi faktor penentu dalam menentukan kebenaran materil. SCI tidak akan berjalan maksimal jika hanya sendiri namun diperlukan sinergi yang kuat antar fungsi,” kuncinya. (*)

![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

