NUSANTARA1.ID – Keluhan terkait mahalnya harga kebutuhan pokok disuarakan masyarakat di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Salah satu anggota Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Zubaedah, menyoroti kebijakan pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia meminta pemerintah mengevaluasi kembali program tersebut. Menurutnya, MBG justru hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat terdampak oleh harga sembako yang belum stabil.
“MBG itu menguntungkan segelintir orang, dan dampaknya ke masyarakat besar seperti bahan sembako yang tidak pernah stabil,” kata Zubaedah kepada RMOL di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin 17 Agustus 2026.
Zubaedah mengatakan, pemerintah seharusnya memperbaiki akses pendidikan sekaligus memberikan pelatihan keterampilan secara gratis kepada masyarakat.
Sementara untuk pemenuhan gizi anak, menurutnya, dapat menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga.
“Jadi (pemerintah) bisa bantu lewat pendidikan yang lebih baik, kursus yang lebih baik, tanpa ada pembayaran,” kata Zubaedah.
Menurut Zubaedah, pemerintah perlu melihat kondisi anak-anak yang berada di luar bangku sekolah, termasuk anak-anak pemulung yang masih banyak ditemui di berbagai tempat.
“Apakah pemerintah sudah melihat anak-anak pemulung di mana-mana? Itu sih harapan saya kedepan,” kata Zubaedah.
Karena itu, Zubaedah meminta pemerintah melakukan kajian terhadap pelaksanaan MBG. Ia bahkan berharap program tersebut dihentikan apabila dinilai tidak memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Kalau besar harapan saya, harusnya MBG itu hilang, hilang, hilang,” pungkas Zubaedah. (*)
![MBG Bermasalah Ilustrasi. Program MBG membuat harga Sembako tak stabil. [foto:dok/ks]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/MBG-Bermasalah.jpg)
![Qris BI Bank Indonesia (BI) memperluas pemberlakuan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen bagi pelaku UMKM. [foto:dok/BI]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Qris-BI-200x112.jpeg)

![Pinjol Ilustrasi. Hingga Juni 2026, OJK mencatat utang Pinjol warga RI tembus Rp105 Triliun. [foto:dok/tirto]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Pinjol-200x112.png)
![RH Dudepo1 Anggota DPR RI, Rusli Habibie bersama Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah saat meninjau proyek pemasangan listrik di Pulau Dudepo. [foto:dok/timrh]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/RH-Dudepo1-200x112.jpg)
![IPDN IPDN merupakan salah satu dari sembilan sekolah kedinasan yang buka pendaftaran pada 2026. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/IPDN-200x112.jpg)


